October 17, 2019

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Keganasan Kepala dan Leher di Kota Bandung

Kanker kepala leher merupakan kanker ke empat yang paling banyak di dunia dengan insidensi dan mortalitas meningkat tiga dekade terakhir. Letak tumor kepala dan leher yang tersembunyi dan gejala yang tidak khas menyebabkan sulitnya diagnosis. Beberapa faktor yang disinyalir berhubungan dengan kejadian kanker kepala dan leher antara lain tingkat pengetahuan, sikap masyarakat terhadap deteksi dini kanker.Kasus tumor ganas kepala leher di Departemen T.H.T.K.L RS Hasan Sadikin pada tahun 2010-2014 sebanyak 1439 orang, yang tertinggi adalah karsinoma nasofaring. Lebih banyak pada laki-laki dan lanjut usia. Keterlambatan diagnosis dan penanganan kanker merupakan penyebab besar kematian pada penderita kanker. Makin lanjut stadium suatu kanker maka tingkat kesembuhan dan angka harapan hidup penderita akan semakin kecil.

Maka dari itu tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai oleh Dr. Yussy A. Dewi, dr. Sp.T.H.T.K.L(K). M.Kes., FICS dan dibantu oleh dua anggotanya yaitu Dr. Agung D. Permana, dr. Sp.T.H.T.K.L(K)., M.Kes.,FICS dan Ifiq Budiyan Nazar, dr. Melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap keganasan kepala dan leher di Kota Bandung.

Melalui kegiatan ini tim PPM mengadakan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat Kota Bandung terhadap deteksi dini kanker kepala dan leher yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan prevalensi kanker kepala dan leher, terutama prevalensinya pada stadium lanjut. Selain itu juga melakukan pengumpulan kuesioner guna menilai tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap deteksi dini kanker kepala dan leher.Untuk mempermudah dalam pelaksanaan penyuluhan, kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Bandung,dengan target penyuluhan pasien dan keluarga pasien. Selain penyuluhan juga pembagian brosur/leaflet, dan pengisian kuisioner mengenai “Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Keganasan (Kanker) Kepala dan Leher” sebanyak 20 kuisioner untuk pasien dan/atau keluarga pasien dan tenaga kesehatan di Puskesmas se Kota Bandung.

Penyuluhan dilakukan dengan metode presentasi dengan materi yang dibahas berupa definisi, faktor resiko, gejala dan tanda, serta singkatan untuk memudahkan cara deteksi mengenai kanker kepala dan leher. Pemberian penyuluhan mengenai deteksi dini keganasan kepala dan leher sebagai bentuk penilaian sikap dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kanker kepala dan leher khususnya masyarakat kota Bandung.

Diharapkan kegiatan penyuluhan, pembagian brosur dan pengisian kuesioner dapat dilakukan secara berkelanjutan terhadap setiap jenis kanker kepala leher Selain itu juga diperlukan sumber daya manusia yang kompeten khususnya untuk program penyuluhan, agar kegiatan yang dilaksanakan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.

Penulis : Dr. Yussy A. Dewi, dr. Sp.T.H.T.K.L(K). M.Kes., FICS,Dr. Agung D. Permana, dr. Sp.T.H.T.K.L(K)., M.Kes.,FICS ,Ifiq Budiyan Nazar, dr. 

Artikel terkait