October 12, 2009

Status dan Meknisme Resistensi Biokimia Crocidolomia oavonana (F) Terhadap Insektisida Organofosfat serta Kepekaannya terhadap Insektisida Botani

Dr. Ir. Danar Dono, M.Si. Safri Ishmayana, S.Si Djoko Prijono, M.AgrSc Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: FUNDAMENTAL Tahun: 2009 Abstrak: Pengujian resistensi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu penentuan tingkat kepekaan acuan, diagnosis resistensi, dan penentuan tingkat resistensi. Masing-masing tahap pengujian dilakukan dengan metode perlakuan pakan dan metode kontak residu pada tabung. Nisbah resistensi (NR) ditentukan dengan membandingkan nilai LC50 populasi lapangan dengan populasi standard. C. pavonana populasi lapangan dikatakan telah resisten jika mempunyai NR ? 4. Analisis biokimia mekanisme resistensi dilakukan terhadap populasi C. pavonana yang menunjukkan resistensi terhadap insektisida profenofos. Anilisis aktivitas asetilkolinesterase (AChE), esterase, serta Glutasion S-transferase dilakukan dengan metode spektrofotometer. Serangga yang resisten terhadap insektisida sintetik profenofos diuji kepekaannya terhadap insektisida botani ekstrak biji Barringtonia asiatica, sehingga diketahui alternatif penanganan serangga resisten tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa C. pavonana populasi Pangalengan telah menunjukkan mekanisme resistensi terhadap insektisida sintetik profenofos dengan nilai nisbah resistensi yang lebih dari satu. Nilai nisbah resistensi tertinggi sebesar 4,04 terdapat pada populasi dari Desa Margamukti sedangkan terendah terdapat pada populasi Desa Wanasuka sebesar 1,72. Resistensi akan berkembang cepat apabila petani menggunakan insektisida yang sama secara terus menerus dengan frekuensi yang tinggi. Populasi C. pavonana asal Kecamatan Lembang baru mengindikasikan peningkatan resistensi terhadap insektisida profenofos. Mekanisme biokimia resistensi C. pavonana menunjukkan adanya variasi aktivitas enzim detoksifikasi dari masing-masing populasi lapangan, karena kemungkinan adanya variasi paparan insektisida yang beragam pada daerah tersebut. Ekstrak metanol biji B.asiatica dapat digunakan sebagai alternatif pengelolaan resistensi C. pavonana terhadap insektisida sintetik profenofos. Dengan nilai nisbah resistensi kurang dari satu, yang menunjukkan bahwa populasi lapangan yang resisten terhadap insektisida sintetik profenofos memiliki kepekaan terhadap insektisida botani ekstrak metanol biji B. asiatica. Kata kunci: Resistensi, enzim, Crocidolomia pavonana, organofosfat, insektisida botani

Artikel terkait