December 24, 2019

Sosialisasi Potensi Kebencanaan & Mitigasi Bencana di Geopark Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark

Pemahaman potensi bencana alam yang mungkin terjadi, maka diperlukan langkah preventif proaktif dan kesiapsiagaan sebelum terjadinya bencana, serta sistem penanggulangan ketika terjadi bencana. Langkah pemulihan setelah terjadi bencana berupa rehabilitasi dapat dimasukkan dalam rumusan kebijakan pengembangan wilayah tersebut. Sejauh ini, pertimbangan potensi bencana alam di wilayah pesisir belum mendasari kebijakan secara komprehensif. Hal ini terbukti dalam kebijakan pengembangan wilayah pesisir yang pada umumnya belum dilengkapi dengan sistem mitigasi bencana (Ruswandi, et al., 2008).

Upaya mitigasi bencana alam sangat ditentukan oleh kemampuan SDM aparat dan masyarakat setempat, teknologi, prasarana, sarana, biaya serta kombinasi antar instansi terkait. Penyiapan upaya mitigasi tersebut juga terkait dengan political will atau persepsi pemerintah daerah menyikapi penting tidaknya memperhitungkan risiko bencana, terutama sebelum bencana alam terjadi (Ruswandi et al., 2008).

Kawasan Geopark Ciletuh terutama di desa Mandrajaya memiliki topografi wilayah yang memiliki hutan dan pantai rawan terhadap terjadinya bencana alam oleh karena itu dalam kegiatan KKNM  ini ingin memberikan edukasi kepada warga untuk mencegah terjadinya bencana alam yang dapat dicegah serta menanganin bencana alam yang tidak dapat dicegah. Mahasiswa akan memberikan edukasi kepada warga desa Mandrajaya dalam bentuk sosialisasi mengenai mitigasi bencana yang mungkin terjadi di desa Mandrajaya. Sosialisasi mengenai potensi kebencanaan dan mitigasi bencana kepada siswa di SMPN 8 Cikadal dan masyarakat di Desa Mandrajaya Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang diperlukan kepada masyarakat mengenai potensi bencana yang mungkin terjadi di DesaMandrajaya, menjadikan Siswa/i SMP 8 Cikadal sebagai agen untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi bencana dan penanggulangannya. Sosialisasi yang diberikan dapat membantu mengurangi risiko dalam bencana sehingga masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan saat bencana terjadi.Waktu perencanaan 26 Juli 2019. Mahasiswa KKNM membuat papan infografis yang dipasang di beberapa tempat di Desa Mandrajaya yang bisa dibaca oleh warga desa mengenai cara penanggulangan bencana alam dan sampai plastik dipantai.

Setelah dilakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Maka telah didapatkan ada 3 potensi tertinggi terjadinya bencana adalah Tsunami, Gempa Bumi, dan Kebakaran. Namun bencana yang sering terjadi adalah kebakaran. Bentuk solusi/output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah 3 buah papan infografis kebencanaan dan bahaya sampah laut yang akan dipasang di beberapa tenpat di Desa Mandrajaya.

Kegiatan KKNM ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan manfaat kepada warga desa Mandrajaya serta membantu warga menyelamatkan diri sewaktu-waktu terjadinya bencana alam.

Penulis : Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D ,Prof. Euis Tintin Yuningsih, ST., MT., Ph.D., Dr. Winantris. MS ,Dr. Eng., Ir. Agus Didit Haryanto, MT.

Artikel terkait