November 29, 2019

Sosialisasi Industri dan Perdagangan Di Kecamatan Andir Kota Bandung

Kecamatan Andir merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di kota Bandung terdiri dari Kelurahan Campaka, Maleber, Garuda, Dungus Cariang, Ciroyom dan Kebon Jeruk. Sebanyak 3,94% penduduk Kota Bandung bertempat tinggal di Kecamatan Andir. Jumlah seluruh industri di Kecamatan Andir sebanyak 137 unit. Kecamatan Andir memiliki 3 pasar, 60 pertokoan, 51 mini market dan 1 departement store.

Banyaknya industri yang terdapat di Kecamatan Andir menunjukkan tingginya kontribusi industri di Kecamatan Andir dalam PAD Kota Bandung. Didukung dengan terdapatnya industri besar yaitu pasar dan departement store, selain itu juga industri menengah dan kecil dalam jumlah yang cukup banyak turut berkontribusi. Dengan data-data tersebut.

Kegiatan KKN-PPM integrasi dengan judul “Sosialisasi Industri dan Perdagangan di Kecamatan Andir Kota Bandung” akan dilakukan pemetaan terhadap industri dan perdangan yang terdapat di Kecamatan Andir karena kontribusinya dalam Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyampaikan perkembangan industri dan perdagangan di Bandung khususnya Kecamatan Andir Kota Bandung dan memberikan sosialisasi industri dan perdagangan di Bandung khususnya Kecamatan Andir Kota Bandung. Metode yang dilakukan oleh tim PPM adalah Lokakarya atau workshop. Workshop adalah pertemuan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman diantara sejumlah peserta yang mempunyai keahlian atau profesi yang sama, guna meningkatkan pengetahuan atau memecahkan suatu masalah. Workshop merupakan suatu pelatihan untuk peserta secara individu atau berkelompok Pelaksanaan dilakukan dengan tiga tahap. Pertama dilakukan pengumpulan data ke masing-masing kelurahan. Kedua, FGD yaitu mensosialisasikan hasil temuan di lapangan. Ketiga, evaluasi.Ada beberapa hal yang sudah ditargetkan oleh tim PPM seperti penjelasan gejala atau kaidah, metode, teori, produk, atau Rekayasa Pelatihan.

Berdasarkan wawancara yang dilaksanakan dengan Pak Agus, salah satu ketua RW di Kelurahan Garuda, masyarakat cenderung berperilaku pasif terhadap program-program pemerintah dalam bidang ekonomi. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar dari pelaku bisnis masih belum mempunyai strategi dalam mengembangkan bisnisnya, padahal strategi sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Beberapa aspek seperti pembentukan tim, relasi, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan lain-lain masih belum dilaksanakan dengan maksimal.

Berdasarkan data yang diperoleh dari kajian lapangan, jumlah pelaku industri masih tertutup dan perkembangan usahanya masih rendah dan bisnis yang sudah berjalan dengan baik karena terbentur masalah modal. Data tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Kecamatan Andir yang sasarannya adalah masyarakat dari masing-masing kelurahan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat, kemampuan, serta pemahaman masyarakat terhadap seluk-beluk UMKM yang kemudian diharapkan akan memajukan usaha-usaha menengan dan kecil yang ada di Kecamatan.

Setelah diadakannya kegiatan ini para peserta dapat mengetahui, memahami, dan memecahkan masalah yang ada dalam industry dan perdagangan di Kecamatan Andir Kota Bandung.

Artikel terkait