December 11, 2019

Sosialisasi IGOs dan Kompetensi Profesi dalam Era Revolusi Industri 4.0 ke SMA N 1 Cicalengka

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh  Dr. R. Dudy Heryadi,M.Si dengan beranggotakan Dr. Mohammad Benny Alexandri,SE,MM; dan Dr. Deasy Silvya Sari telah melakukan pengabdian dan sosialisasi mengenai pengenalan IGOs (International Government Organization) dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Internet of Things (IoT), khususnya, tentang AI (Artificial Intelligence), e-sport dan youtubers dengan sasaran para pemuda, khususnya siswa di SMA N 1 Cicalengka Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2019. Adapun alasan tim PPM memilih SMA N 1 Cicalengka sebagai lokasi kegiatan yaitu karena sebagai generasi penerus, siswa SMA serta pihak sekolah merupakan sasaran yang tepat dalam penyampaian informasi mengenai IGOs dan Revolusi industri 4.0. SMA N 1 Cicalengka yang letaknya tidak terlalu jauh dari Universitas Padjadjaran menjadi target karena besar kemungkinan akan banyak siswa yang berasal dari sana melanjutkan studi ke Universitas Padjadjaran. Selain memperkenalkan IGOs dan revolusi industri 4.0, tim PPM juga memaparkan mengenai dunia perkuliahan, khususnya seputar perkuliahan di Universitas Padjadjaran.

SMA N 1 Cicalengka merupakan sekolah yang cukup diminati di kabupaten Bandung. Dilihat dari situasinya, Mahasiswa KKN Unpad Jatinangor yang melakukan observasi di SMA N 1 Cicalengka ini mengetahui bahwa SMA N 1 Cicalengka telah berupaya dalam meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, khususnya menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. SMA N 1 Cicalengka juga merupakan sekolah yang mahasiswa dan gurunya sudah mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan revolusi industri 4.0, hal ini menjadi sesuai dengan tema yang akan kami angkat sehingga sangat diterima dengan baik oleh pihak sekolah.

Metode yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah eksperimen kelas dengan simulasi untuk menyampaikan dan mengasah keterampilan sederhana penggunaan internet. SMA N 1 Cicalengka memberikan kesempatan kepada tim PPM terintegrasi KKNM Unpad untuk mengisi tiga kelas. Masing-masing kelas diisi dengan tiga tema yang berbeda, yakni: satu kelas berupa sosialisasi mengenai Artificial Intelligence (AI), satu kelas dengan tema e-sport, dan satu kelas lagi dengan tema youtubers.

Dalam kelas pertama, tim PPM terintegrasi KKNM memberikan sosialisasi mengenai Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Pada tahap pertama, tim KKNM memberikan materi mengenai artificial intelligence. adapun materi yang disampaikan terkait dengan pengertian contoh-contoh AI yang telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat ini, dan ide tim KKNM terkait pengembangan ABG (AI Based Government). Tujuan Tim PPM terintegrasi KKNM melakukan simulasi membuat desain artificial intelligence pada para siswa adalah terbersitnya ide-ide inovatif berbasis IT yang dapat dikembangkan untuk kebermanfaatan teknologi dalam kehidupan masyarakat.

Pada tahap kedua, para siswa diberi kesempatan untuk melakukan studi literatur mengenai Artificial Intelligence dan contoh-contoh AI yang sudah diterapkan pada saat ini. Para siswa di kelas pertama SMAN 1 Cicalengka, melihat dari hasil kegiatan KKNM, telah memiliki kemampuan melakukan studi literatur. Misalnya, dengan mempergunakan google para siswa diminta untuk mencari sumber dengan kata kunci tertentu. 

Pada tahap ketiga, para siswa diberikan kesempatan untuk membuat desain mengenai artificial intelligence yang ingin dikembangkan. Desain ini tidak perlu nyata untuk diwujudkan terkait dengan keterbatasan teknologi. Desain ini merupakan sebuah desain impian Artificial intelligence yang nantinya akan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Dalam kelas kedua, tim PPM terintegrasi KKNM memberikan sosialisasi mengenai e-sport, organisasi dan perkembangannya, keuntungan bisnis dari esport. Namun, di atas semua itu, tim PPM terintegrasi KKNM Unpad menekankan pula sisi negatif dari esport ini, yakni kecanduan dan juga konsumtif. Untuk itu, tim PPM terintegrasi KKNM Unpad mengenalkan tentang pentingnya manajemen waktu dan aplikasi manajemen gadget. 

Dalam kelas ketiga, tim PPM terintegrasi KKNM melakukan simulasi membuat video. Siswa di kelas dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok memilih tema yang akan diolah untuk menjadi video. Setelah menentukan tema, siswa mendiskusikan skenario konten video, diikuti dengan pembuatan storyboard secara sederhana. Lalu siswa melakukan shoting video bisa dengan kamera maupun dengan gadget. Pada saat pembuatan video, para siswa diajarkan mengenai aspek pencahayaan agar video tidak gelap atau terlalu terang. Jika di dalam ruangan dan gambar dalam video terlihat gelap, pencahayaan dapat dibantu dengan kertas silver yang mampu memantulkan cahaya secara natural. Para siswa juga dikenalkan dengan angle/sudut pengambilan gambar. Setelah pengambilan video, para siswa dikenalkan dengan editing. Saat ini, banyak fitur aplikasi editing video dalam gadget yang mudah digunakan. Namun, lebih baik lagi jika melakukan editing dengan program komputer sehingga hasilnya bisa lebih bagus lagi. Setelah proses pembuatan konten video selesai, para siswa diperkenalkan cara mengunggah ke youtube. Harus disadari mengenai konsekuensi yang akan diperoleh ketika sebuah video diunggah, yakni respon dari para penonton baik itu berupa rasa suka (like) atau ketidaksukaan (dislike) bahkan hujatan. Untuk itu, alangkah lebih baik jika video yang diunggah itu memiliki konten yang positif, tidak provokatif, tidak menyinggung SARA, tidak mengandung unsur kekerasan dan pornoaksi/pornografi, serta memperhatikan masalah hak kekayaan intelektual (property rights) orang lain dengan tidak sembarangan mengambil video atau bagian video orang lain. Pada saat pelaksanaan sosialisasi, para siswa di kelas terlihat antusias dan ikut aktif berkontribusi dalam kegiatan mulai dari memilih tema, membuat skenario, storyboard sederhana, dan membuat video. 

Para siswa di SMAN 1 Cicalengka antusias terhadap kegiatan sosialisasi di kelas. Selain mendengarkan pemaparan materi, para siswa mengerjakan simulasi-simulasi dalam kelompok. Pada kelas pertama dengan tema AI, para siswa selain menerima pemaparan mengenai Revolusi Industri 4.0, artificial intelligence, mereka juga dibekali cara melakukan studi literatur. Hasilnya, rata-rata siswa di kelas tersebut mampu memanfaatkan gagdet untuk melakukan studi literatur. Pada kelas kedua, dengan tema esport, para siswa menerima pemaparan mengenai revolusi industri 4.0, e-sport dan juga aplikasi manajemen waktu. Pada kelas ketiga, para siswa menerima pemaparan mengenai revolusi industri 4.0, youtube dan tips-tips membuat video singkat. 

Tim berharap kegiatan ini mampu menginspirasi para siswa agar lebih kreatif dan senang mempelajari keterampilan-keterampilan IT sehingga menjadi bekal dalam mencari profesi dalam dunia pekerjaan yang ke depannya menuntut kreativitas tinggi. Kontinuitas pembelajaran IT senantiasa harus terus dilanjutkan tanpa meninggalkan esensi dari inovasi sosial dalam revolusi industri 4.0 yakni memanusiakan manusia: bahwa semua perkembangan dan kemajuan sosial yang berlangsung seyogyanya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. IT ada untuk membuat kehidupan manusia lebih baik lagi. 

Penulis : Dr. R. Dudy Heryadi,M.Si dengan beranggotakan Dr. Mohammad Benny Alexandri,SE,MM; dan Dr. Deasy Silvya Sari

Artikel terkait