August 30, 2019

Sosialisasi dan Pelatihan Pengembangan Peluang Usaha Pengolahan Daging Domba Lokal sebagai Produk Unggulan di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Dr.Ir. Lilis Suryaningsih, M.Si dengan beranggotakan Dr. Jajang Gumilar, S.Pt.,MM; dan Dr. Wendry Setiyadi Putranto,S.Pt.,M.Si telah melakukan pengabdian dan sosialisasi pengembangan peluang usaha pengolahan daging domba lokal sebagai produk unggulan di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balai Desa Cileles tanggal 24 Juli 2019.

Daging domba memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan unggulan yaitu burger daging domba. Adapun alasan tim PPM memilih Desa Cileles sebagai lokasi kegiatan yaitu masyarakat di Desa Cileles selama ini mengolah daging domba menjadi sate, gule atau produk olahan lainnya dan burger cukup digemari oleh masyarakat dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan memberikan sosialisasi mengenai pengolahan daging domba menjadi burger diharapkan dapat meningkatkan nilai jual olahan daging domba lokal. Sasaran pelatihan adalah Ibu-Ibu PKK Desa Cileles Jatinangor dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan dalam pembuatan burger serta membuka peluang untuk berwirausaha. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK desa Cileles dalam pengolahan daging domba menjadi burger setelah PKM dilaksanakan.

Penyampaian teori dan penyuluhan dilaksanakan dengan metode diskusi tanya jawab, kemudian dilanjutkan  dengan praktik pembuatan burger daging domba. Program pelatihan diikuti secara antusias oleh peserta penyuluhan. Jumlah peserta pelatihan dan penyuluhan mencapai 30 orang.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan meliputi penjelasan teori tentang pengetahuan bahan pangan dalam hal ini daging domba serta produk olahannnya yaitu Burger, selanjutnya praktek pembuatan produk. Untuk megetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang Burger maka dilakukan pretest dan selanjutnya setelah mendapatkan penjelasan serta praktek langsung maka dilakukan post test. Selain itu, dilakukan analisis terhadap presentase pemahaman dan penguasaan teknologi dari hasil pre-test dan post-test.

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan daging domba menjadi produk Burger maka diberikan penjelasan tentang teknologi pengolahan secara praktis, sehingga diharapkan lebih mudah dimengerti oleh peserta pelatihan.  Penjelasan berkaitan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan burger yaitu bahan pengisi (filler) maupun bahan pengikat (binder).

Selanjutnya untuk lebih meningkatkan pemahaman dan keterampilan maka dilaksanakan praktek pembuatan burger domba.   Hasil produk burger yang dihasilkan juga dilakukan uji panelis oleh peserta pelatihan, sehingga peserta lebih antusias dan mengetahui mutu organoleptik dari produk tersebut. 

Selanjutnya dilakukan post-test untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh peserta serta menganalisis peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan.  Hasil kuesioner masih dalam proses analisis, akan tetapi secara umum peserta antusias dan menunjukkan peningkatan motivasi untuk mengolahan daging domba menjadi burger.

Dari hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan Ibu-Ibu PKK Desa Cileles berkaitan dengan pengolahan daging domba menjadi burger. Pada saat pre-test mencapai 80,80 persen menjadi 97,60 persen pada post-test. Karena itu, kegiatan penyuluhan dan pelatihan sangat diperlukan masyarakat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pemberdayaan  masyarakat serta menumbuhkan wirausaha baru.

Artikel terkait