November 29, 2019

Sosialisasi Berbagai Manifestasi pada Penderita Lupus Eritematosus Sistemik

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Dr. Uni Gamayani, dr., SpS(K) dengan beranggotakan Laniyati Hamijoyo, dr., SpPD-KR. MKes.; Dr. Anam, dr., SpS(K).; Syarief Hidayat, dr., SpPD, SpJP; dan Mas Rizky A.A Syamsunarno, dr., M.Kes, Ph.D telah melakukan pengabdian dan sosialisasi berupa seminar awam berbagai manifestasi pada penderita Lupus Eritematosus Sistemik.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit inflamasi kronik yang disebabkan oleh gangguan autoimun, dimana antibodi abnormal berlebihan diproduksi dan menyalahartikan sel-sel tubuh untuk musuh, sehingga secara langsung atau tidak langsung menyerang organ dan jaringan yang menyebabkan peradangan kronik.  Manifestasi LES sangat luas, meliputi keterlibatan kulit dan mukosa, sendi, darah, jantung, paru ginjal, susunan saraf pusat dan sistem imun. Oleh karena itu manifestasi penyakit LES sangat beragam dengan perjalanan penyakit yang bervariasi dan memiliki risiko kematian yang tinggi (hingga 67% lebih tinggi dari populasi normal). WHO mencatat penderita LES mencapai lima juta orang dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk di Indonesia sendiri, tren penyakit Lupus pada pasien rawat inap rumah sakit meningkat sejak tahun 2014-2016.

Klinik Lupus yang terletak di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dipergunakan untuk mengelola dan memberikan edukasi kepada pasien atau orang dengan lupus (odapus) dan bekerja sama dengan beberapa dokter-dokter di Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Neurologi, Departemen Jantung, dll. Pelayanan yang diberikan adalah pemeriksaan pasien, konsultasi medis terintegrasi, dan pemberian pengobatan mulai dari obat-obat yang paling sederhana sampai yang paling baru, untuk semua pasien. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan menyadari bahaya lupus. Dari keterangan resmi World Lupus Federation, survei yang dilakukan terhadap 35 ribu orang dewasa dari 16 negara menunjukkan lebih dari setengah responden tidak menyadari bahwa lupus adalah sebuah penyakit.

Maka dari itu, tim melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan para dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengadakan sosialisasi serta pemberian edukasi tentang LES dan komplikasi yang mungkin terjadi kepada pasien LES.

Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu penyuluhan kepada masyarakat awam di CFD Dago Bandung pada tanggal 21 Juli 2019 dengan tujuan memberi edukasi kepada masyarakat semua kalangan mengenai deteksi dini SLE (Systemic Lupus Erythematosus). Didapatkan hasil sebagian besar masyarakat tidak mengetahui sama sekali mengenai SLE. SLE berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ lain jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Maka dari itu setelah dilakukannya penyuluhan ini diharapkan masyarakat mengetahui gejala awal dari SLE dan melakukan tindakan cepat dan tepat guna menghindari terjadinya komplikasi.  

Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah Mini Simposium yang berjudul “Saya Lebih Kuat dari Lupus” pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 yang bertempatan di Conference Room lt.2 Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran. Mini Simposium ini ditujukan kepada penyandang SLE mengenai komplikasi yang bisa terjadi kepada penyandang SLE. Mini simposium ini juga bertujuan memberi dukungan moral kepada penyandang SLE, karena dukungan moral merupakan faktor penting dalam kelangsungan hidup penyandang SLE. Narasumber yang hadir dalam Mini Simposium ini yaitu beberapa Dokter Spesialis dan motivator yang juga penyandang SLE.

Pada Seminar Awam yang diselenggarakan, para penderita Lupus tidak hanya diberikan pengetahuan melalui materi yang disampaikan oleh Pemateri, namun diberikan video edukasi yang dapat menghibur dan mudah dipahami. Video edukasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kegiatan edukasi di CFD Dago yang dibuat menjadi video.

Artikel terkait