December 19, 2019

SOSIALISASI AKUNTANSI PESANTREN

Pesantren di Indonesia memiliki masalah utama yaitu masalah kurang tertibnya laporan keuangan pesantrennya. Hal ini kami dapatkan dari riset terhadap beberapa pesantren yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Berdasarkan hasil observasi, ada beberapa faktor yang terjadi yang menyebabkan kurang tertibnya laporan keuangan pesantren. Diantaranya adalah faktor SDM (Sumber Daya Manusia), faktor teknologi, dan faktor tokoh yang biasanya memiliki atau membina pesantren itu sendiri. Faktor SDM disini dilihat dari banyaknya pengelola keuangan pesantren yang belum mengetahui dasar-dasar pencatatan keuangan pesantren yang baik dan benar, juga belum mengerti pencatatan melalui akuntansi. Sedangkan faktor teknologi ini dilihat dari pencatatan keuangan pesantren yang masih manual dan belum menggunakan komputer atau software pencatatan keuangan secara digital. Faktor yang terakhir adalah faktor tokoh yang membina pesantren itu sendiri, karena pada umumnya keuangan pesantren dan keuangan pemilik atau pembina pesantren (biasanya kyai) masih tercampur sehingga aset-aset pesantren menjadi tidak terketahui. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang ada di kebanyakan pesantren di Jawa Barat memiliki keterkaitan satu sama lain.

Maka dari itu dilaksanakannya KKN-PPM dengan mengadakan sosialisasi akutansi pesantren yang bertujuan untuk membantu para pengelola pesantren untuk memahami ilmu tentang akuntansi pesantren agar dapat diterapkan di pondok pesantren masing-masing.

Sebelum melakukan sosialisasi mengenai akutansi pesantren tim PPM melakukan pembekalan materi mengenai akutansi pesantren kepada mahasiswa yang mengikuti program KKN sosialisasi akutansi pesantren ,yang bertujuan untuk menyiapkan para mahasiswa yang mengikuti program KKN Sosialisasi Akuntansi Pesantren untuk memiliki pemahaman dasar mengenai akuntansi manual dan digital serta memahami cara penggunaanya pada proses transaksi sehari-hari, terutama pada aktivitas di lingkungan pesantren yang memiliki transaksi syariah. Setelah itu melakukan pembekalan materi mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian akun transaksi pesantren yang bertujuan untuk menyiapkan para mahasiswa yang mengikuti program KKN Sosialisasi Akuntansi Pesantren untuk memiliki pemahaman dasar mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian akun transaksi pesantren serta memahami cara penggunaanya pada proses transaksi sehari-hari. Setelah itu baru melakukan sosialisasi mengenai akutansi pesantren kepada pengelola pondok pesantren yang sudah terdaftar. 

Pada sosialisasi tersebut, peserta dari berbagai pesantren diberi edukasi tentang Akuntansi Pesantren. Kegiatan sosialisasi ini diberi judul pelatihan pengelolaan keuangan pesantren kegiatan Dimulai dari dasar-dasarnya hingga penerapan. Pembicara-pembicara menerangkan kepada peserta tentang mengelola keuangan di pesantren, secara manual dan secara digital. Materi yang diajarkan kepada peserta dari berbagai pesantren merupakan materi yang diajarkan kepada mahasiswa KKN.

Program pelatihan pengelolaan keuangan pesantren ini baiknya dilaksanakan tidak hanya sekali pertemuan, karena banyak dari peserta pelatihan yang masih belum menguasai terutama untuk akuntansi digital karena keterbatasan waktu dan anggota KKN. Oleh karena itu, pelatihan ini baiknya dilakukan dalam jangka beberapa kali kedepan, namun karena jadwal kuliah dari masing-masing anggota yang berbeda, maka tidak bisa ditentukan waktu untuk pelatihan selanjutnya. Untuk memenuhi permintaan peserta pelatihan maka kami hanya memberikan kontak yang dapat dihubungi apabila ada pertanyaan dan materi yang belum dipahami.

Penulis : Citra Sukmadilaga, Ph.D. AK., CA., CACP , Dr. Lastuti Abubakar., SH. MH , Dr. Tri Handayani SH. MH

Artikel terkait