October 19, 2006

Respon Nyeri Infant dan Anak yang Mengalami Hospitalisasi Saat Pemasangan Infus di RSUD Sumedang

Hj.Henny Suzana Mediani,Skp,MNg, Ai Mardhiyah, S.Kpdan Windy Rakhmawati, S.Kp Fakultas: KEPERAWATAN Sumberdana: DIPA PNBP Tahun: 2006 Abstrak: Nyeri merupakan pengalaman yang umum dialami dan sangat mencemaskan bagi anak. Anak seringkali merasa takut bila menghadapi sesuatu yang dapat mengancam integritas dan tubuhnya. Di Indonesia sepengetahuan peneliti masih sedikit studi tentang nyeri pada anak terhadap prosedur invasif yang menyakitkan. Nyeri pada infant dan anak masih sering terabaikan oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran respon nyeri baik respon fisiologis maupun respon perilaku infant dan anak yang mengalami hospitalisasi saat pemasangan infus di RSUD Sumedang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan convenience sampling. Jumlah sample yang diperoleh adalah sebanyak 60 orang yang terbagi masing-masing 15 orang untuk setiap kategori usia (infant, toddler, prasekolah, usia sekolah, dan remaja). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisa yang digunakan untuk mengukur respon fisiologis dengan uji t dan untuk mengukur respon perilaku dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk indikator fisiologis baik denyut nadi, respirasi, dan tekanan darah bagi kelompok infant sebelum dan setelah pemasangan infus. Sedangkan untuk kelompok balita, anak usia sekolah, dan remaja terdapat perbedaan yang signifikan baik untuk indikator fisiologis denyut nadi dan respirasi. Sedangkan untuk respon perilaku penelitian membuktikan, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan baik untuk kelompok infant dan anak usia sekolah. Pada kelompok balita untuk semua indikator menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sedangkan pada kelompok remaja menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hanya pada indikator facial saja. Dari hasil penelitian ini membuktikan, bahwa aktifitas perilaku anak selama prosedur tindakan pemasangan infus mengindikasikan bahwa anak mengalami nyeri, sehingga perawat harus selalu melakukan pengkajian nyeri pada anak agar mampu mempersiapkan dan menangani masalah nyeri yang dialami oleh anak secara adekuat Kata kunci:

Artikel terkait