December 12, 2019

Recycle Sampah Kota Bandung Untuk Menunjang Citarum Harum

Plastik merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk pembuatan peralatan rumah tangga, otomotif dan sebagainya. Penggunaan bahan plastik semakin lama semakin meluas karena sifatnya kuat dan tidak mudah rusak oleh pelapukan. Sampah plastik sangat potensial mencemari lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terdegradasi sehingga jika ditimbun dalam penimbunan akhir akan memberikan banyak masalah. Jika tercecer di badan air, plastik cenderung menyumbat aliran. Teknologi pengolahan sampah plastik yang saat ini banyak digunakan adalah teknologi perajangan plastik, pelelehan plastik, dan pencetakan plastik. Kebanyakan pelaku daur ulang hanya sampai dalam pemilahan dan pencucian sampah plastik. 

Bersamaan dengan itu, berbagai industri di dunia menggunakan plastik untuk mengemas produk mereka dan kebutuhan manusia menjadi lebih kompleks, masyarakat terus berbelanja dan membutuhkan tas untuk membawa barang-barang mereka. Plastik kemudian menjadi jawaban bagi kebutuhan ini, murah, kuat, ringan, tidak berkarat, bersifat termoplastis, dapat diberi label dengan berbagai kreasi, selalu dapat dibuat menarik, dan bisa menjadi sarana branding yang efektif. Plastik telah menjadi bagian dari gaya hidup kita. Sejalan dengan banyaknya pemakaian plastik, limbah plastik pun ikut bertambah setiap waktu.

Sejauh ini keterlibatan masyarakat dalam mengurangi pemakaian dan mendaur ulang plastik masih sangat minim. Biasanya plastik dibakar untuk memusnahkannya dari pandangan. Padahal, jika pembakaran plastik tidak sempurna (di bawah 8000C) dapat membentuk dioksin, yaitu senyawa yang dapat memicu kanker, hepatitis, pembengkakan hati dan gangguan system saraf. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi mengenai recycle sampah perlu untuk dilakukan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara mengolah kembali sampah plastik sehingga limbah sampah plastik bisa sedikit berkurang. 

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Sunardi, M.Si., Ph.D. dengan beranggotakan Dr. Dadan Sumiarsa, MS.; dan Chay Asdak, M.Sc., Ph.D. telah melakukan pengabdian dan sosialisasi mengenai recycle sampah Kota Bandung (sampah botol plastik) untuk menunjang Citarum Harum melalui pelatihan dan pembuatan ecoenzym. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Sasaran dalam kegiatan KKN-PPM ini adalah kelompok ibu-ibu di RW 01 di jalan Melania Kota Bandung. Ada beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan, yaitu mahasiswa KKN, dosen pembimbing lapangan, Ketua RW 01, Ibu-ibu RW 01. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemampuan peserta pelatihan dalam mengolah sampah botol plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat, meningkatkan kemampuan dan kemampuan peserta pelatihan dalam mengolah ecoenzym, serta meningkatkan motivasi peserta pelatihan dalam mengolah sampah botol plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Sebelum memulai kegiatan, dilakukan diskusi perencanaan terlebih dahulu di rumah Bu Endah di jl. Melania 13 RW 1 Kelurahan Cihaurgeulis. Diskusi ini berkenaan dengan konsep kegiatan daur ulang sampah, waktu pelaksanaan, serta sasaran masyarakat yang dituju. Kegiatan diskusi dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2019. 

Kegiatan KKN-PPM dimulai dengan survei tempat, undangan pada masyarakat, dan perizinan RW setempat, kemudian dilanjut pada tahap pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan mendaur ulang sampah non organik menjadi kerajinan yang unik untuk para Ibu PKK RW 1 kecamatan Cihaur Geulis, Bandung. Kegiatan pelatihan ini diadakan 3 hari yaitu mulai tanggal 10 – 12 juli 2019.

Pada hari pertama dilakukan daur ulang sampah minuman berasa seperti teh gelas, ale ale dll. Sampah ini dijadikan alas sejenis piring yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai macam makanan. 

Pada hari kedua di lakukan adalah daur ulang sampah organik yaitu sampah cangkak buah yang sudah tidak terpakai menjadi ecoenzym yang sangat bermanfaat untuk segala macam kebutuhan seperti deterjen, pengharum ruangan, dll.

Kemudian pada hari ketiga dilaksanakan kegiatan daur ulang sampah menjadi tas yang dapat digunakan ibu ibu PKK pada berbagai macam keperluan.

Penulis : Sunardi, M.Si., Ph.D. dengan beranggotakan Dr. Dadan Sumiarsa, MS.; dan Chay Asdak, M.Sc., Ph.D.

Artikel terkait