October 23, 2007

Prospek Agribisnis Ternak Ayam Buras Melalui Pendekatan Fungsi Keuntungan (Survei di Kacamatan Malangbong Kabupaten Garut)

Ir. Linda Herlina, MS., Ir. Adjat Sudradjat, MS dan Ir. Marina Sulistyati Fakultas: PETERNAKAN Sumberdana: LITSAR Tahun: 2007 Abstrak: Indonesia mempunyai populasi ayam buras diperkirakan berjumlah 250 juta ekor, sebagian besar tidak dikelola sebagai suatu agribisnis. Usaha beternak ayam buras ini sangat lambat berkembang menjadi industri agribisnis seperti ayam ras. Ayam buras merupakan sumber daya ekonomi yang mungkin dapat dikembangkan menjadi agribisnis untuk menampung kesempatan kerja dan sumber pendapatan yang menguntungkan. Kenyataannya, pada beberapa daerah sudah terdapat peternak-peternak yang mengusahakan ayam buras secara intensif. Pertanyaan kunci dalam penelitian ini adalah apakah pemeliharaan ayam buras secara intensif menguntungkan dan seberapa jauh kesempatan sistem agribisnis dalam pengusahaan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mempelajari masalah agribisnis ayam buras dengan titik fokus permasalahan pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan agribisnis ayam buras. Metode yang digunakan adalah pendekatan fungsi keuntungan. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat keuntungan agribisnis ayam buras sistem pemeliharaan intensif lebih tinggi dibandingkan sistem pemeliharaan semi intensif. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan agribisnis ayam buras adalah harga telur, harga daging, harga bibit, harga pakan, investasi petelur, dan investasi pedaging, masing-masing dengan nilai koefisien : -1,2454; 0,3523; -0,0580; -0,0639; 1,6673 dan 0,9845. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agribisnis ayam buras dapat disarankan sebagai satu usaha yang menguntungkan. Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan adalah peternak harus memilih tujuan antara telur dan daging secara terpisah, meningkatkan skala usaha dan terintegrasi. Kata kunci:

Artikel terkait