October 22, 2001

Profil Wilayah Tubulus Seminiferus Tikus Wistar Akibat Penyuntikan Kafein dan Heparin Sevara Intratestis.

Drs. Abdul Muchni, Dra. Nining Ratnaningsih, Didih Suhaedih, M.Sc Fakultas: MIPA Sumberdana: DIK Tahun: 2001 Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dosis kafein dan heparin terhadap spermatogonium tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan mengamati pola transiluminasi. Pada tikus Wistar terdapat empat pola transiluminasi, yaitu pucat (P), berbintik sedikit (BS), berbintik banyak (BB) dan gelap (G). Kombinasi dosis kafein dan heparin (242,5 mg/kg bb+5 mg/kg bb; 242,5 mg/kg bb+10 mg/kg bb; 242,5 mg/kg bb+20 mg/kg bb), masing-masing disuntikkan secara intratestis, dan 24 jam kemudian tikus dibunuh dan diamati berat testis, pola dan panjang wilayah transiluminasi. Sebagai kontrol disuntikkan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan, kombinasi kafein dan heparin pada semua dosis yang digunakan tidak mempengaruhi berat testis dan pola tarnsiluminasi , namun pada wilayah berbintik banyak (BB) terjadi peningkatan stadium epitel seminiferus dari V ke VI. Kombinasi dosis kafein 242,5 mg/kg bb+heparin 10 mg/kg bb, merupakan dosis optimum yang meyebabkan perpanjangan wilayah berbintik banyak (BB) sebesar 1,33 kali kontrol (P

Artikel terkait