October 23, 2011

Potensi Energi Sosial Budaya Kreatif dalam Pengembangan Kelembagaan Peternakan (Kasus di Kelompok Tani-Harapan Jaya Pamulihan)

Syahirul Alim, SPt Fakultas: PETERNAKAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2011 Abstrak: Penelitian kualitatif mengenai potensi energi sosial budaya kreatif dalam pengembangan kelembagaan peternakan bertujuan untuk mengidentifikasi potensipotensi energi sosial budaya kreatif yang ada di kelompok peternak sapi perah yang mampu mendukung kelembagaan peternakan. Subyek penelitian ini adalah kelompok peternak Harapan Jaya sebagai kasus dan pemilihan responden ditentukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi sosial budaya kreatif terdapat dalam tiga aras yaitu: 1) Aras mikro (satuan kekerabatan) berupa adanya budaya gotong royong dan tolong menolong yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan anggota kerabat perorangan; 2) Aras meso (satuan lokalitas, diluar sistem kekerabatan) berupa kerja sama intra kelompok dalam berbagai bentuk guna memenuhi kepentingan anggota dan kelompok ; 3) Makro (melewati batas desa) berupa kerja sama dengan berbagai pihak guna memenuhi kebutuhan kelompok dan 4 ) Kepemimpinan lokal yaitu pemimpin kelompok yang mampu memberi keteladanan dan mengapresiasi aspirasi anggota kelompoknya. Secara garis besar energi sosial berasal kegiatan individu, keluarga dan kelompok yang mengarah pada pencapaian tujuan (ideals) pribadi dan kelompok . Kata Kunci: Energi Sosial Budaya Kreatif, Kelompok Peternak Kata kunci:

Artikel terkait