October 23, 2010

Potensi dan Peluang Pemanfaaan Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Sebagai Bahan Baku Industri Bioetanol dan Asam Laktat

Prof. Dr.Hj. Poniah Andayaningsih AH, MS Prof. Dr. Jetty Nurhajati Dr. Ratu Safitri, MS Fakultas: MIPA Sumberdana: HIBAH TIM PASCA SARJANA Tahun: 2010 Abstrak: Maksud dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses hidrolisis dan proses optimasi fermentasi hidrolisat enzimatik empulur sagu menjadi etanol oleh kultur tunggal Pichia stipitis CBS 5733, Saccharomyces cerevisiae D1/P3GI, dan Zymomonas mobilis FNCC 0056. Adapun tujuannya adalah untuk mendapatkan gula hidrolisat empulur sagu, dan mikroba yang terbaik dalam memfermentasi gula hasil hidrolisis enzimatik empulur sagu tersebut menjadi bioetanol. Dari hasil uji efektifitas hidrolisis enzimatis ?-amylase Hemiselulase Selulase dan amiloglukosidase tepung empulur sagu dengan penambahan sulfat 6 M mencapai konsentrasi gula 53,28 % dan DE 68,52 % lebih besar dari pada tanpa penambahan asam sulfat mencapai konsentrasi gula 47,95 % dan DE 61,66 %. Ketiga mikroorganisme secara tunggal mampu memfermentasi gula hidrolisat tepung empulur sagu. Pada konsentrasi gula 5% dengan kandungan glukosa 4,17 % kemampuan fermentasi P.stipitis CBS 5773, S. Cerevisiae D1/P3GI,dan Z. Mobilis FNCC 0056 dalam memfermentsi gula hidrolisat tepung empulur sagu memiliki efisiensi fermentasi berturut-turut 23,5%, 37,65%, dan 32,13%. Pada konsentrasi gula 10% dengan kandungan glukosa 8,28 % kemampuan fermentasi P.stipitis CBS 5773, S. Cerevisiae D1/P3GI,dan Z. Mobilis FNCC 0056 dalam memfermentasi gula hidrolisat tepung empulur sagu memiliki efisiensi fermentasi berturut-turut 9,3%, 50,85%, dan 20,65%. Kadar etanol tertinggi tanpa kontrol pH yang dihasilkan oleh kultur campuran P.stipitis & Z. mobilis adalah 4,19% pada fermentasi jam ke 96. Kadar etanol tertinggi tanpa kontrol PH yang dihasilkan oleh kultur campuran S. cereviseae & Z. mobilis adalah 2,45% pada fermentasi jam ke 72. PH sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan produksi etanol. pH yang tidak dikontrol menghasilkan etanol yang tinggi yaitu pada kultur campuran P.stipitis & Z. mobilis adalah 4,19% pada fermentasi jam ke 96. Sedangkan kadar etanol tertinggi tanpa kontrol pH yang dihasilkan oleh kultur campuran S. cereviseae & Z. mobilis adalah 2,45% pada fermentasi jam ke 72 Kata kunci: Hidrolisis, fermentasi, etanol, Pichia stipitis CBS 5733, Saccharomyces cerevisiae D1/P3GI, Zymomonas mobilis FNCC 0056, empulur Sagu

Artikel terkait