October 23, 2007

Potensi Beberapa Minyak Esensial dan Ekstrak Tanaman dalam Menekan Pertumbuhan dan Perkembangan Jamur Colletotrichum gloeosporioides Penyebab Penyakit

Fitri Widiantini, SP.,MBIS, Sri Hartati, SP.,Msi, Endah Yulia, SP.,MSc Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2007 Abstrak: Colletotrichum gloeosporioides adalah jamur penyebab penyakit antraknosa pada buah alpukat yang berkembang selama proses penyimpanan setelah panen. Jamur ini merupakan salah satu dari organisme penyebab pembusukan terpenting pada buah alpukat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji efek anti jamur ekstrak dan minyak esensial asal tanaman nimba, kayu manis, dan sereh terhadap perkembangan jamur C. gloeosporioides selama penyimpanan buah alpukat, sehingga dapat memperpanjang daya simpan buah alpukat. Penelitian dilakukan di Laboratorim Fitopathologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan April sampai dengan bulan Oktober 2007. Ekstrak disiapkan dalam bentuk ekstrak air dan etanol, minyak esensial yang digunakan sama dengan jenis tanaman untuk ekstrak. Hasil menunjukkan bahwa ketiga jenis ekstrak dan minyak esensial yang digunakan dapat menekan pertumbuhan jamur C. gloeosporioides dengan penekanan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak etanol dan minyak esensial kayu manis masing-masing sebesar 58,33% dan 48,15%. Ekstrak etanol cenderung lebih unggul daripada ekstrak air semua jenis tanaman yang diuji. Sementara itu, penyemprotan ekstrak dan minyak kayu manis buah alpukat sebelum penyimpanan dapat menekan perkembangan penyakit antraknosa pada buah alpukat dengan penekanan tertinggi sebesar 64,71% oleh minyak esensial kayu manis pada konsentrasi 500 ppm yang sebanding dengan penekanan fungisida benomyl. Kata kunci:

Artikel terkait