October 23, 2009

Potensi Bakteri Asal Mikroorganisme Lokal (MOL) Dalam Menekan Penyakit dan Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Padi

Dr. Ir. Hersanti, MP. Dr. Noor Istifadah, Ir., M.Sc Luciana Djaya, Ir Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: FUNDAMENTAL Tahun: 2009 Abstrak: Penyakit blas (Pyricularia grisea [Cooke] Sacc), penyakit bercak daun coklat sempit (Cercospora oryzae Miyake), penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn) merupakan penyakit utama tanaman padi. Penggunaan bakteri antagonis sebagai agen biokontrol dapat diterapkan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan terhadap penyakit pada tanaman padi. Percobaan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan antagonistik isolat-isolat bakteri hasil isolasi dari Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang terhadap P. grisea, in vitro, MOL) daun labu siam terhadap C. oryzae dan MOL sayuran terhadap R. solani. Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dari bulan Maret 2009 sampai bulan Oktober 2009. Percobaan terdiri dari dua tahap, yaitu secara invitro dan in-vivo. Uji secara invitro dengan dual culture test dan uji kemampuan dalam menekan jamur-jamur pathogen. Percobaan secara in-vivo dilakukan pada tanaman padi di Rumah kaca. Seluruh percobaan secara in-vitro dan in-vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Dari hasil percobaan ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Hasil isolasi bakteri asal Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang didapatkan 14 isolat bakteri. Dari hasil uji dual culture terdapat 7 isolat bakteri yang berpotensi antagonistik terhadap jamur Pyricularia grisea [Cooke] Sacc., perlakuan isolat bakteri B11BP menunjukkan persentase hambatan tertinggi yaitu sebesar 69,4%. Namun demikian, ketujuh isolat bakteri uji tersebut tidak efektif dalam menekan penyakit blas (P. grisea) pada tanaman padi gogo varietas Cirata di rumah kaca. Didapat 11 isolat bakteri asal Mikroorganisme Lokal (MOL) daun labu siam. Dari hasil uji tumbuh benih padi yang diaplikasi dengan isolat bakteri, seluruh isolat bakteri tidak berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan benih padi dan dari hasil uji dual culture terdapat 7 isolat bakteri yang berpotensi antagonistik terhadap jamur Cercospora oryzae. Perlakuan isolat bakteri BDLS1, BDLS3, BDLS5, dan BDLS6 mampu menekan perkembangan penyakit bercak daun coklat sempit pada tanaman padi varietas IR64 di rumah kaca. Hasil isolasi bakteri antagonis lokal asal tanaman sayuran didapatkan 9 isolat bakteri. Hasil uji antagonisme secara in vitro dengan metode dual culture test terhadap koloni jamur R. solani didapatkan 6 isolat bakteri yang mempunyai hambatan antagonistik, diantaranya isolat BA1TS, BA4TS, BA5TS, BA6TS, BA7TS dan BA9TS dengan rata-rata persentase hambatan masing-masing sebesar 19.17%, 17.23%, 46.11%, 20.00%, 19.72% dan 23.34%. Pada pengujian kemampuan bakteri antagonis lokal asal tanaman sayuran di rumah kaca semua perlakuan dengan isolat bakteri uji menunjukkan potensi dalam menekan penyakit rebah kecambah dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Penekanan penyakit terbesar ditunjukkan oleh perlakuan BA5TS dengan persentase penekanan 49.13 % Kata kunci: Bakteri Asal, Mikroorganisme Lokal, Padi

Artikel terkait