October 27, 2009

POLIMORFISME GEN MMP-9 (C-1562T) DAN PERBEDAAN EKSPRESI MMP-9 SERTA INDEKS APOPTOSIS SEL-SEL SERVIKS PADA KEHAMILAN PREMATUR DENGAN KETUBAN NEGATIF DAN KETUBAN POSITIF

Udin Sabarudin,.Johanes C.Mose, Sofie Rifayani Krisnadi,

Med Tri Hanggono Achmad

(Dikti Depdiknas 2009-Strategi Nasional)

 

Ekspresi yang berlebihan serta aktivasi beberapa jenis MMPs sebelum persalinan dapat berakibat melemahnya jaringan amnionkorion yang secara klinis disebut Ketuban Pecah Dini (KPD). Diketahui bahwa peningkatan aktivitas MMPs sebagai akibat dari polimorfisme gen MMP-9 (C-1562T) dan selanjutnya akan diikuti oleh proses apoptosis. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan antara ekspresi MMP-9 dan indeks apoptosis sel serviks pada kehamilan prematur yang disertai dan tanpa disertai KPD serta polimorfisme gen MMP-9 (C-1562T). Penelitian ini merupakan analisis observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Penelitian dilakukan di RS. Dr. Hasan Sadikin dan RS Jejaring Bandung sejak Mei-November 2009. Kelompok kasus sebanyak 15 orang ibu hamil prematur (26-31 minggu) dengan ketuban negatif yang memenuhi kriteria. Kelompok kontrol sebanyak 15 orang ibu hamil prematur (26-31 minggu) dengan ketuban positif yang memenuhi kriteria. Dari penelitian ini didapatkan bahwa hanya variabel usia kehamilan yang memberikan pengaruh kepada hasil penelitian (p<0,05).Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan ekspresi MMP-9 dan indeks apoptosis sel serviks dengan  setiap variabel uji (usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan IMT) pada kedua kelompok penelitian. Hasil pemeriksaan polimorfisme MMP-9 (-1562CT) mendapatkan hanya satu sampel saja pada kelompok ketuban negatif yang mengalami polimorfisme tersebut. Dari keseluruhan variabel yang diujikan terhadap kejadian pecah ketuban, maka variabel usia kehamilan, IMT dan indeks apoptosis yang memiliki pengaruh yang besar. Usia kehamilan 28-34 minggu memiliki kemungkinan/risiko untuk mengalami pecah ketuban lebih besar bila dibandingkan dengan usia kehamilan 21-27 minggu. Rentang IMT 19-26 memberikan peluang yang sama untuk memiliki risiko terjadinya pecah ketuban. Indeks apoptosis yang dimiliki oleh kelompok ketuban positif lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok ketuban negatif. Disimpulkan bahwa pada penelitian ini tidak ditemukan perbedaan ekspresi MMP-9 dan indeks apoptosis sel serviks pada kedua kelompok penelitian serta tidak ditemukannya polimorfisme sebagai penyebab terjadinya peningkatan ekspresi MMP-9.

Kata Kunci : Polimorfisme Gen  MMP-9 (C-1562T), MMP-9, Indeks Apoptosis, Sel-Sel Serviks,  Kehamilan Prematur, Ketuban Negatif, Ketuban Positif

Artikel terkait