October 25, 2008

Pertumbuhan Ekologi Politik, Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kota Tasikmalaya Tahun 1832-1945

Miftahul Falah, S.S., Prof.Dr.Hj. Nina H. Lubis, MS., Saefulhayat, Drs. Fakultas: PUSLIT KEMASYARAKATAN DAN KEBUDAYAAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2008 Abstrak: Saat ini, nama Tasikmalaya dipakai sebagai nama dua buah pemerintahan yakni Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Nama Terakhir baru lahir pada 2002 sebagai pemekaran dari Kabupaten Tasikmalaya. Permasalahannya adalah bagaimana Kota Tasikmalaya tumbuh menjadi terpenting di Priangan Timur? Penelitian ini mencakup berbagai aspek yang tentunya saling berkaitan, yakni perubahan wilayah dan administrasi pemerintahan, kehidupan sosial, dinamika budaya, dan keadaan ekonomi dalam kurun waktu 1832 hingga 1945. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah itu sendiri terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk mendapatkan eksplanasi sejarah, dalam penelitian ini pun dipergunakan teori yang dipinjam dari ilmu-ilmu sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1832-1945, Kota Tasikmalaya tumbuh sebagai sebuah kota terpenting di daerah Priangan Timur. Hal tersebut diperlihatkan dengan dijadikannya Kota Tasikmalaya sebagai pusat pemerintahan karena letaknya yang strategis. Meskipun dari aspek ekonomi kolonial kurang begitu menonjol, tetapi dari kehidupan sosial-budaya, Kota Tasikmalaya memperlihatkan pertumbuhan yang cukup siginifikan. Perkembangan media massa, misalnya, tidak kalah dengan perkembangan media massa di kota-kota utama di Jawa Barat. Banyak surat kabar dan majalah yang terbit di Kota Tasikmalaya dan mampu menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi bagi masyarakat Kota Tasikmalaya Kata kunci: Expansi, eksplanasi, heuristik

Artikel terkait