October 25, 2008

Perkreditan Rakyat di Tasikmalaya pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda dan Republik Indonesia (1900-2003)

Widyo Nugrahanto, S.S., M.si, N. Kartika, S.S., M.Hum, Tanti Restiasih Skober, S.S.M.Hum Fakultas: SASTRA Sumberdana: LITMUD Tahun: 2008 Abstrak: Hasil penelitian ini berusaha mengungkap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tasikmalaya dan dampak kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tasikmalaya. Hal ini terkait dengan munculnya sistem perkreditan rakyat serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perkembangan sistem perkreditan rakyat di Tasikmalaya. Untuk mengkaji masalah tersebut, digunakan metode sejarah. Ada empat tahapan kerja dalam metode sejarah, yaitu heuristic, kritik, interpretasi, dan penulisan atau historiografi. Sektor ekonomi di Tasikmalaya dapat dikategorikan dalam ekonomi pedesaan, tentu saja yang berhubungan dengan pertanian, perdagangan, peternakan, dan industri rumah tangga. Lembaga-lembaga ekonomi seperti kredit, koperasi, lumbung desa, dan bank, sudah banyak dikenal di dalam kehidupan sektor ekonomi di Tasikmalaya; terutama atas campur tangan kekuasaan negara. Lembaga-lembaga inilah yang kemudian mengubah ekonomi petani di Tasikmalaya. Di sebuah tempat yang miskin modal, namun memiliki sumber daya lain yang memadai, tentu sistem perkreditan yang tidak menjerat rakyat, sangat dibutuhkan Kata kunci: Kredit, koperasi, lumbung desa, bank

Artikel terkait