November 24, 2019

Penyusunan Materi Kebijakan Peningkatan Efisiensi Sektor Konstruksi dalam Rangka Mendukung Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Dr. R. Anang Muftiadi,SE.,M.Si. dengan beranggotakan Rivani, SIP.,MM.,DBA; dan Dian Fordian,SE., MM. telah melakukan riset, pengabdian, dan sosialisasi mengenai penyusunan materi kebijakan peningkatan efisiensi sektor konstruksi dalam rangka mendukung infrastruktur di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta dimulai dari bulan September 2019 dan berakhir pada bulan November 2019. 

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga turut berperan membantu PPM. Mahasiswa dilibatkan sebagai enumerator, pemeriksaan data hingga pengolahan data awal, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman analisis dan memahami persoalan bisnis Sektor Konstruksi di Indonesia.

Materi Riset dan PPM saling berkaitan, karena hasil riset ini dapat menjadi masukkan penting bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dalam rangka pembangunan infrastruktur intensif di Indonesia.

Kemen PUPR melalui unit organisasinya membangun berbagai jenis infrastruktur dengan pola penyediaan langsung oleh pemerintah, maupun melalui skema Public Private Partnership (PPP). Dalam pola penyediaan, umumnya dilakukan oleh kontraktor yang membangun infrastruktur proyek-proyek pemerintah. Kinerja Sektor Konstruksi yang efisien, turut memberikan manfaat bagi pelaksanaan program pemerintah karena mengurangi pemborosan biaya dan bagi badan usaha bisnis, efisiensi dapat menjadi sumber keuntungan perusahaan. Pada pola PPP, semakin efisien Sektor Infrastruktur, maka akan semakin memberikan kepastian dan meminta pihak swasta untuk berkolaborasi dalam penyediaan infrastruktur. Karena itu materi riset ini dapat menjadi masukan penting bagi Kementerian PUPR dalam rangka meningkatkan efisiensi Sektor Konstruksi agar penyediaan infrastuktur semakin baik.

Permasalahan yang ditemukan yaitu infrastruktur yang biasanya membutuhkan anggaran biaya sangat tinggi, berisiko besar terkena in-efisiensi, karena keterkaitannya yang banyak dengan sektor lain, dan ketertundaan satu sektor berdampak panjang pada kinerja sektor tersebut. Karena itu dibutuhkan Sektor Konstruksi yang efisien, agar dapat mendukung penyediaan infrastruktur dengan baik di Indonesia.Pembangunan infrastruktur masih akan diperlukan Indonesia dalam jangka panjang, karena faktor konektivitas, kepulauan dan pertumbuhan jumlah penduduk. Karena itu peningkatan efisiensi yang cenderung memburuk sebelumnya, patut mendapat perhatian.

Upaya meningkatkan efisiensi Sektor Konstruksi di Indonesia, pada sisi input terutama dalam hal penyediaan bahan baku dan penolong untuk besi-baja, kayu dan semen, yang akan dimanfaatkan oleh berbagai sub sektor industri pengolahannya. Selain itu efisiensi biaya bahan bakar akan sangat menentukan efisien pada Industri Semen dan Besi-Baja Dasar. Menjaga harga bahan bakar tetap kompetitif dan rasional akan membantu kedua industri tersebut semakin efisien.

Pengembangan sisi hulu menjadi sangat penting dan strategis serta memiliki dampak jangka panjang untuk keberlanjutan dan dampak positif lainnya. Karena itu dapat dikatakan bahwa upaya peningkatan efisiensi Sektor Konstruksi membutuhkan proses yang relatif panjang dan bersifat multi sektor.

Artikel terkait