December 10, 2019

Penyuluhan mengenai Kualitas Air Bersih di Desa Cikembulan Pangandaran

Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi. Adapun sumber air yang biasa digunakan adalah dari air sumur, mata air, maupun air PAM yaitu air dari sungai atau air tanah yang telah diolah. 

Salah satu masalah yang sering muncul akibat dari penggunaan air yang tidak layak pakai adalah masalah kesehatan seperti diare, gatal-gatal, dll. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya adalah masyarakat tidak tahu, tidak mau, dan tidak mampu untuk menggunakan air sebagai keperluan sehari-hari.

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Dr. Lili Fauzielly, ST.MT dengan beranggotakan Dr. Lia Jurnaliah, Msi; dan Nisa Nurul Ilmi , SSi, Msc melakukan kegiatan pengabdian berupa penelitian mengenai kualitas air sumur, dan sosialisasi mengenai hal tersebut di Desa Cikembulan, Pangandaran.

Pelaksanaan  PPM yang terintegrasi  dengan  kegiatan KKN telah dilaksanakan di Desa Cikembulan Kabupaten Pangandaran dilaksanakan mulai tanggal 6 – 22 Juli 2019. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk memberikan informasi kepada masyarakat Desa Cikembulan mengenai bagaimana kualitas air sumur di Desa Cikembulan yang telah diuji di lab; meningkatkan wawasan masyarakat Desa Cikembulan mengenai syarat air bersih, zat pencemar air bersih, dan dampak air tercemar bagi kesehatan; dan meningkatkan wawasan masyarakat Desa Cikembulan mengenai bagaimana cara membuat filter air sederhana.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu pra-acara dan acara.
Pra-acara dimulai dengan survey awal pada tanggal 6 Juli 2019. Survei ini dilakukan dengan berkunjung ke rumah kepala desa dan ke tiga dusun yang ada di Desa Cikembulan yaitu Dusun Cikangkung, Dusun Gembor, dan Dusun Desa. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi sumur warga dan mewawancarai warga di sana.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel air sumur pada tanggal 8 Juli 2019. Setelah itu, filter air dibuat pada tanggal 9-10 Juli 2019. Tim mencoba membuat 4 filter air sederhana yang diharapkan dapat membantu mengurangi kekeruhan air dan kandungan kapur pada air sumur warga. Kemudian tim membuat dan menyerahkan proposal kegiatan berisi latar belakang, tujuan kegiatan, manfaat kegiatan, dan data mengenai desa target. Dipaparkan pula mengenai rincian acara penyuluhan yang dilakukan seperti waktu kegiatan, susunan acara, anggaran, dan susunan panitia.

Selanjutnya tahap acara digelar pada Senin, 22 Juli 2019 di Posyandu Kenanga 1 Dusun Gembor RT 01 RW 06 Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih. Acara yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai kualitas air bersih.

Dengan dilakukannya kegiatan ini, peserta dapat mengetahui apakah kualitas air sumur yang digunakan selama ini baik atau tidak dari pemaparan hasil uji lab. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai persyaratan air layak konsumsi, jenis-jenis zat pencemar air, dan dampak zat pencemar bagi kesehatan; dapat mengetahui bagaimana cara mengolah air yang baik dan benar untuk mengurangi kandungan kapur dan membunuh bakteri; serta mengetahui apa saja alat dan bahan pembuatan filter air sederhana dan bagaimana cara pembuatannya.

Artikel terkait