November 29, 2019

Penyuluhan gagal ginjal, penjelasan penyakit, penatalaksanaannya Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Penyakit ginjal kronis merupakan suatu abnormalitas ginjal secara struktur maupun fungsi yang menetap lebih dari 3 bulan. Penyakit ginjal kronis menempati peringkat kesembilan sebagai penyebab kematian di Amerika Serikat. Tingginya angka morbiditas dan mortalitas yang diakibatkan oleh penyakit ginjal kronis menjadi latar belakang bagi peneliti untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien penyakit ginjal kronis.

Dengan adanya kasus tersebut maka Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai oleh Dr. dr. Safendra Siregar, SpU(K) dan di bantu oleh anggota nya yaitu dr. Muhammad Ilhamul Karim yang mengadakan penelitian di RS Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2018. Dari sepanjang tahun didapatkan jumlah sampel sebanyak 392 pasien dengan 203 laki-laki dan 189 perempuan, rerata usia 46 tahun. Etiologi penyakit ginjal terbanyak yaitu Diabetic Kidney Disease (195), kanker cervix (61), batu ginjal (49), Hypertensive renal disease (41),kanker buli (29), kanker prostat (7), kanker ovarium (7), batu buli (2), dan BPH (1).Tipe yang terbanyak merupakan tipe non obstruktif (236) sedang tipe obstruktif sebanyak (156). Tindakan yang dilakukan berupa Hemodialisis (206), Nefrostomi(156), dan Peritoneal dialysis (30). Rerata lama rawat di RS yaitu selama 9 hari.

Untuk menangani kasus seperti ini Tim PPM melakukan penanganan etiologi. Etiologi adalah suatu studi yang mempelajari tentang sebab dan asal muasal dari suatu penyakit atau gangguan kesehatan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan observasional deskriptif retrospektif. Tidak ada prosedur tindak lanjut atau follow up. Studi ini merupakan studi deskriptif. Data diambil dari data rekam medis Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pasien dengan diagnosis penyakit ginjal kronis tahun 2018,kemudian dilakukan rekapitulasi data yang meliputi usia, jenis kelamin, etiologi, tindakan yang dilakukan, dan lama rawat pasien.

Subjek penelitian ini adalah pasien dengan penyakit ginjal kronis yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien dengan diagnosis penyakit ginjal kronis yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2018.Kriteria eksklusi penelitian ini adalah pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap.

Pada penelitian ini didapatkan laki-laki lebih banyak yang mengalami penyakit ginjal kronis. Hasil temuan ini bertolak belakang dengan studi oleh Hill dkk.,dalam studi dengan metode sistemati review memperlihatkan wanita (14.6%) lebih mendominasi dibanding laki-laki (12.8%). Meskipun demikian, penelitian penyakit kronis ginjal yang melibatkan pasien dengan ganggguan urologi memperlihatkan laki-laki lebih mendominasi dibanding perempuan. Adanya perbedaan ini dapat disebabkan akibat adanya perbedaan pada inklusi dan ekslusi kriteria di setiap penelitian.

Dalam hasil penelitian tersebut dapat kita ketahui bahwa Sebagian besar pasien dengan penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit HasanSadikin Bandung berjenis kelamin laki-laki dimana sebanyak 195 pasien disebabkan oleh diabetic kidney disease. Maka dari itu penanganan etiologi merupakan kunci utama untuk mencegah penyakit ginjal kronis.

Penulis :Dr. dr. Safendra Siregar, SpU(K) dan dr. Muhammad Ilhamul Karim

Artikel terkait