November 23, 2019

PENINGKATAN KEMAMPUAN PETANI DALAM MENGELOLA RISIKO USAHA TANINYA

Produksi kopi di Kecamatan Pangalengan mencapai 30.480,50 kwintal untuk perkebunan rakyat dan 38.441 kwintal untuk perkebunan besar swasta dan Negara. Hal ini menunjukkan bahwa perkebunan kopi rakyat masih rendah produktifitasnya yaitu baru mencapai 32,4 kwintal per ha, sedangkan Perkebunan Besar mencapai 77,5 kwintal per ha. Perbedan produktifitas ini selain karena pengelolaannya kurang baik, juga kemungkinan karena petani masih memiliki keraguan antara berusahatani monokultur kopi atau polikultur antara kopi dan sayuran.

            Oleh karena itu tim pelaksana kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Tuti Karyani. MSP dari Fakultas Pertanian Unpad mengambil topik “ Peningkatan Kemampuan Petani dalam Mengelola Risiko Usahatani Kopi”. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat dan kelemahan dari pola tanam monokultur dan polikutur dalam usahatani.

            Kegiatan ini berisi diskusi antara pengurus koperasi dan kelompok tani, penyuluhan jenis risiko yang dihadapi petani dan koperasi, pelatihan bagi petani dalam menghadapi risiko sakit akibat salah penggunaan pestisida, penyuluhan tentang usaha BSF (Black Soldier Fly) dalam rangka meminimalkan risiko biaya. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari KKN Unpad. Pada Budidaya BSF mendatangkan narasumber serta melibatkan petani dalam prakteknya.

Artikel terkait