October 18, 2019

Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Mendeteksi Kanker Payudara Di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang

Tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi akibat kanker payudara di dunia perlu mendapatkan perhatian serius. Faktor penting yang berkontribusi pada peningkatan kejadian ini adalah kurangnya sosialisasi tentang kanker khususnya mengenai metode deteksi dini kanker payudara agar penyakit dapat segera ditangani sehingga dapat memberikan prognosis yang lebih baik pada penderita.

Maka dari itu tim PPM Universitas padjadjaran melkukan penelitian mengenai peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam mendeteksi kanker payudara di kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Tujuan diadakannya penelitian ini ujung tombak tenaga kesehatan dalam mendiseminasi informasi kesehatan) tentang metode deteksi dini kanker payudara melalui metode periksa payudara senidri (SADARI) yang relatif mudah untuk dilakukan sehingga diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sehingga penyakit ini lebih cepat terdeteksi dan ditangani. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berupa penyuluhan yang berbasis metode pendidikan masyarakat dengan berbagai macam aktivitas diantaranya ceramah, diskusi, menonton video, serta tanya jawab. 

Salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang mudah dilakukan adalah gerakan “periksa payudara sendiri” atau disebut sebagai gerakan SADARI. Gerakan ini merupakan salah satu upaya deteksi dini dari kanker payudara yang dilakukan sendiri oleh pasien. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri meningkatkan deteksi dini dari kanker payudara sehingga dapat menurunkan angka kematian pada penderitanya.

Penyuluhan dalam kegiatan ini berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara dengan metode pemeriksaan payudara sendiri. Tingkat pengetahuan para kader di Puskesmas Jatinangor sudah sangat baik, dilihat dari hasil pre-test yang sudah mencapai rata-rata lebih dari 90%, dan peningkatan pengetahuan pada post-test yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan bahwa metode yang diguna-kan dalam pengayaan materi tentang deteksi dini kanker payudara dengan gerakan SADARI cukup efektif.

Setelah adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan dan pengembangan penyuluhan terutama mengenai deteksi dini kanker payudara dan kanker lain yang mengancam kehidupan wanita usia subur. 

Penulis : Andri Rezano, dr., M.Kes. Ph.D, Dr. Hermin Aminah Usman, SpPA(K) dan Yunia Sribudiani, S.Si., Apt., M.Sc. Ph.D

Artikel terkait