November 23, 2019

Pengenalan dan Pemanfaatan Togamas di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang

Penggunaan obat secara turun temurun merupakan suatu fenomena yang menarik dari segi kesehatan. Uji klinis dan penelitian perlu dilakukan untuk mengurangi resiko keracunan atau alergi yang dialami masyarakat, sehingga togamas dapat dikembangkan secara aman serta dapat dipelihara sebagai warisan keluarga.

Tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Prof. Dr. Johan Iskandar, MSc. dari Universitas Padjadjaran mengadakan penyuluhan mengenai Pengenalan dan Pemanfaatan Togamas di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat togamas untuk dijadikan sebagai obat-obatan.

Tanaman Obat Keluarga Masyarakat (Togamas) adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat untuk meningkatkan kesehatan, baik secara preventif, promotif maupun kuratif. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, buah, biji, dan akar. Togamas secara umum dikonsumsi sebagai minuman kebugaran, ramuan untuk gangguan kesehatan ringan berdasarkan gejala, ramuan khusus untuk lansia, memelihara kesehatan ibu, dan meningkatkan gizi anak.

Artikel terkait