December 16, 2019

Pengenalan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Sekitar Kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan bencana. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak gunung berapi aktif di setiap daerah yang sewaktu-waktu bisa meletus dan mengeluarkan lahar panas. Salah satu daerah yang rawan terhadap gunung berapi aktif yaitu Desa Cikole Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, karena merupakan salah satu Zona Merah terdekat dari kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Kondisi yang demikian menuntut masyarakat sekitar untuk menjadi lebih sadar terhadap ancaman bencana gempa bumi yang mengintai.

Hal ini kemudian yang melatarbelakangi program PKM Unpad 2019yang diketuai oleh Euis Tintin Yuningsih, ST., MT., untuk mengedukasi masyarakat tentang bencana gempa bumi. Sebagai salah satu realisasi poin ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa memang sudah seharusnya dapat mengamalkan ilmunya bagi kehidupan orang banyak. Minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai keadaan dan apa yang dilakukan masyarakat saat terjadi bencana, merupakan salah satu penyebab bertambahnya korban.

Salah satu upaya untuk menambah edukasi masyarakat Desa Cikole adalah dengan mengadakan Seminar Mitigasi Bencana serta simulasi bencana. PKM ini menginisiasi kegiatan seminar kebencanaan dengan topik utama gempa bumi. Kegiatan PKM ini diintegrasikan dengan kegiatan KKN mahasiswa, sehingga program kegiatan yang dilaksanakan bisa lebih bervariasi dan dapat menambah pengalaman bagi para mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Dari awal persiapan hingga pasca pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini selain mengedukasi masyarakat, juga mempererat hubungan antara pihak Desa Cikole dengan kampus Universitas Padjadjaran.

Metode yang dilakukan merupakan seminar satu arah mengenai bencana gempa bumi oleh narasumber yang merupakan dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran kepada masyarakat Desa Cikole dengan bantuan 2 orang asisten mahasiswa geologi dan mahasiswa peserta KKNM. Selama kegiatan seminar berlangsung, peserta dibagikan flyer sesuai topik.Pelaksanaan seminar mitigasi bencana yang di awali dengan pemutaran video dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa yang berkompeten di bidang kebencanaan melalui media power point. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab dengan siswa dan siswi yang menghadiri acara.Pemberian hadiah kepada siswa dan siswi yang aktif bertanya maupun menjawab sebagai tanda apresiasi. Diakhiri dengan melakukan simulasi bencana gempa bumi yang diikuti oleh peserta.

Inovasi yang diberikan adalah dengan memberikan edukasi mengenai bencana gempa bumi baik dalam tahap pra, saat, maupun pasca. Informasi tersebut juga dilengkapi dengan pengetahuan seputar gejala gempa bumi, hingga upaya mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat jika bencana tersebut terjadi. Mengingat sosialisasi kebencanaan di Indonesia masih minim, maka inovasi ini sangat mungkin dilakukan guna menekan dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi. Sosialisasi mitigasi bencana dilakukan kepada siswa SMKN peternakan. Kegiatan ini memberikan informasi mengenai cara penanggulangan bencana di sekitar SMKN peternakan baik penanggulangan sebelum, saat, sesudah bencana. Dengan berlangsungnya sosialisai tersebut, siswa SMKN perternakan diharapkan dapat memahami mitigasi bencana serta melakukan mitigasi baik sebelum, saat, sesudah bencana.

Setelah diadakannya kegiatan ini kedepannya diharapkan mereka dapat menjadi agen-agen yang mampu menyelamatkan banyak nyawa dengan pengetahuannya meskipun dalam rentan usia relatif muda.

Artikel terkait