October 31, 2010

Pengembangan Formulasi Insektisida Botani Ekstrak Biji barringtonia asiatica Skala Industri Sebagai Implementasi Pertanian Organik Pada Perkebunan Tebu

Dr. Danar Dono Dr. Ir. H. Wahyu Daradjat Natawigena Unang Supratman, Ph.D., M.Si Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: RAPID Tahun: 2010 Abstrak: Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak biji tanaman bitung (Barringtonia asiatica; Lecythidaceae) terhadap mencit putih (Mus musculus) telah dilakukan di Laboratorium Vertebrata Hama, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakltas Pertanian Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi PAU Ilmu Hayati ITB. Uji Toksisitas ekstrak dilakukan dengan metode oral. Konsentrasi dan dosis ekstrak yang diuji ditentukan berdasarkan uji pendahuluan yaitu konsentrasi yang dapat mengakibatkan mortalitas mencit uji berkisar antara 0 < X < 100%. Pengaruh sub letal ekstrak diuji pada konsentrasi yang setara dengan LC25, LC50, LC75, dan kontrol dengan metode aplikasi yang sama dengan pengujian toksisitas ekstrak. Hasil peneitian menunjukkan bahwa ekstrak biji B. asiatica bersifat toksik terhadap mencit putih (Mus musculus) dengan 1514 ppm dan digolongkan kedalam skala toksistas 3 yaitu senyawa yang toksisitasnya sedang. Ekstrak biji B. asiatica mempengaruhi sistem syaraf pusat mencit putih, mengakibatkan perubahan pada organ detoksifikasi, meningkatkan produksi urin, menurunkan laju konsumsi dan produksi faces, dan menurunkan pertumbuhan bobot mencit, sehingga implikasi dari penelitian ini ekstrak biji B. asiatica selain berpotensi dikembangkan rodentisida untuk pengendalian tikus yang merupakan hama pada berbagai komoditas pertanian Kata kunci: Toksisitas, ekstrak, biji, Barringtonia asiatica, Mus musculus

Artikel terkait