November 21, 2006

Pengaruh Penambahan Enzim Fitase dan Tembaga Sulfat Kedalam Ransum yang Mengandung Dedak Padi terhadap Penampilan serta Metabolisme Tembaga pada Ayam Broiler

Hendi Setiyatwan, Ir., MSi, Rahmat Wiradimadja, Ir., MSdan Deny Saefulhadjar, Spt Fakultas: PETERNAKAN Sumberdana: DIPA PNBP Tahun: 2006 Abstrak: Mineral Zn berperan pada sistem pertumbuhan dan kekebalan tubuh, akan tetapi ketersediaan hayatinya rendah karena adanya asam fitat asal ransum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase dan seng oksida ke dalam ransum yang mengandung dedak padi terhadap penampilan serta metabolisme seng pada ayam broiler. Seratus enam puluh ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 42 hari dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan 5 ransum perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Ransum penelitian terdiri atas: R1 (Ransum kontrol positif), R2 (Ransum kontrol negatif), R3 (R2 + 132,7 ppm ZnO), R4 (Rl + enzim fitase 1000 FTU/kg ransum), dan R5 (R2 + enzim fitase 1000 FTU/kg ransum + 132,7 ppm ZnO). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penambahan enzim fitase dan seng oksida ke dalam ransum berbasis dedak padi memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan persentasi bobot karkas. Terjadi proses homeostasis mineral di dalam tubuh ternak dengan cara pengaturan absorpsi sebagai akibat pemberian mineral dalam ransum berlebih Kata kunci:

Artikel terkait