November 1, 2007

Pengaruh Orientasi dari Rantai Polimer Terkonjugasi Pada Morfologi Permukaan dan Koefisien Waveguide Loss Pandu Gelombang Planar

Sahrul Hidayat, M.Si., DR. Ayi Bahtiar, M.Si dan Otong Nurhilal, M.Si Fakultas: MIPA Sumberdana: LITSAR Tahun: 2007 Abstrak: Piranti-piranti fotonik dengan menggunakan bahan polimer terkonjugasi umumnya berbentuk pandu gelombang planar. Dalam piranti-piranti fotonik cahaya merambat dalam pandu gelombang, sehingga pelemahan cahaya merupakan faktor penting dalam disain pandu gelombang planar yang baik. Pelemahan cahaya dalam pandu gelombang planar ditunjukkan oleh waveguide propagation loss coefficient (?gw), yang nilainya harus lebih kecil dari 1 dB/cm untuk aplikasi pandu gelombang planar yang baik. Dalam penelitian ini, telah diukur nilai ?gw dari pandu gelombang planar yang dibuat dari material polimer terkonjugasi MEH-PPV dengan menggunakan teknik prisma kopler. Film tipis dibuat dengan teknik spin coating dari larutan dengan pelarut yang berbeda yaitu toluen, kloroform dan tetrahidrofuran (THF) dengan konsentrasi larutan masing-masing 0,3 % berat. Hasil pengukuran menunjukkan, bahwa nilai ?gw bergantung pada jenis pelarut. Nilai ?gw untuk pandu gelombang yang dibuat dari larutan toluen dan kloroform lebih kecil dari 1 dB/cm, sehingga cocok untuk aplikasi pandu gelombang planar. Sedangkan nilai ?gw dari pandu gelombang yang dibuat dari pelarut THF lebih besar dari 20 dB/cm, sehingga tidak cocok untuk aplikasi piranti fotonik yang berbasis pandu gelombang planar. Hasil pengukuran SEM menunjukkan, bahwa nilai ?gw berkaitan erat dengan orientasi rantai polimer dan morfologi permukaan film tipis MEH-PPV. Kata kunci:

Artikel terkait