November 21, 2008

Pengaruh Macam Pupuk Organik Pada Inceptisols dan Ultisols Kabupaten Tasikmalaya Terhadap pH, KTK, C-Organik dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Strut L.)

Emma Trinurani Sofyan, Ir.MS, Oviyanti Mulyani, SP., M.Si, Ade Setiawan, SP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2008 Abstrak: Kandungan bahan organik di sebagian besar tanah Indonesia rendah, sehingga diperlukan penambahan pupuk organik pada saat produksi tanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik pada Inceptisols dan Ultisols asal Kabupaten Tasikmalaya terhadap pH, kapasitas tukar kation (KTK), C-organik dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian rumah kaca ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah ordo tanah yaitu Inceptisols dan Ultisols asal Tasikmalaya, dan faktor kedua adalah jenis pupuk organik yaitu pupuk kompos sampah kota, pupuk kotoran sapi, pupuk kotoran domba, dan pupuk kotoran ayam. Dosis pupuk organik adalah 50 g pot-1, sedangkan tanaman kontrol tidak diberi pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jenis pupuk organik terhadap pH, KTK, C-organik dan hasil tanaman jagung manis tidak tergantung dari ordo tanah. Hasil panen tertinggi didapatkan dari tanaman jagung manis yang ditanam di Inceptisols atau diberi pupuk kotoran sapi yaitu berturut-turut 215 g pot-1 dan 291 g pot-1 Kata kunci: Inceptisols, ultisols, pupuk organik, pH, KTK, C-organik, jagung manis

Artikel terkait