October 27, 2009

PENGARUH LIDAH BUAYA TERHADAP JUMLAH DAN FUNGSI FAGOSITOSIS MAKROFAG SERTA KEJADIAN APOPTOSIS PADA PARU-PARU TIKUS YANG DIINDUKSI ASAP ROKOK

Nur Atik, Januarsih Iwan A. Rachman, Agnes Rengga Indrati

(Dikti Depdiknas 2009-Strategi Nasional)

 

Saat ini kejadian merokok merupakan salah satu masalah kesehatan dunia, karena merokok dapat meningkatkan angka kejadian kanker paru dan penyakit paru obstuksif kronik/menahun (PPOK/M). Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman yang fungsional sebagai anti-inflamasi, imuno-modulator dan kandungan ß-sitostrerol dapat meningkatkan VEGF. Untuk mengetahui efek lidah buaya terhadap perlindungan paru-paru terhadap asap rokok pada pasien PPOK, maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh lidah buaya terhadap pencegahan kejadian apoptosis, peningkatan jumlah  serta penurunan fungsi fagositosis makrofag pada paru-paru tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan asap rokok. Penelitian ini dilakukan pada hewan coba tikus (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 3 kelompok  perlakuan (kontrol, rokok dan rokok ditambah lidah buaya) masing-masing sebanyak 8 ekor selama 42 hari. Data diperoleh melalui pengamatan jumlah sel makrofag dan aktivitas fagositosisnya, serta  ekspresi Bcl2 sel epitel alveolus kemudian dianalisis statistik menggunakan Mann-whitney. Dari hasil penelitian didapatkan perbedaan signifikan (p<0,05) jumlah makrofag pada masing-masing kelompok, dimana jumlah makrofag pada kelompok rokok paling tinggi namun hasil uji fagositosis makrofag menunjukkan hasil sebaliknya. Kelompok rokok ditambah lidah buaya memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok rokok. Ekspresi Bcl2 pada sel alveolus paru-paru tikus kelompok rokok ditambah lidah buaya lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dan rokok (p<0,05). Hasil penelitian kali ini terbukti bahwa gel lidah buaya dapat meningkatkan jumlah serta aktivitas sel makrofag serta ekspresi Bcl2 pada paru-paru tikus yang telah diinduksi oleh asap rokok.

Kata kunci: Lidah buaya (Aloe vera L), Asap rokok, PPOK, makrofag, Bcl2.

Artikel terkait