November 21, 2009

Pengaruh Iontoforesis Naf 2% Dan Kcl Terhadap Kadar MMP-8 Pada Gingival Crevicular Fluid (GCF) Dentin Hipersensitif Kelompok Usia Muda

Sri Tjahajawati,drg.,Mkes. Dr. Ani Melani M, drg., Mkes Hendra Dian Adhita, drg, SpKG Fakultas: KEDOKTERAN GIGI Sumberdana: HIBAH BERSAING Tahun: 2009 Abstrak: Dentin hipersensitif merupakan masalah utama dalam bidang kedokteran gigi. Atrisi, abrasi, clinical occlusal adjustment, fraktur mahkota, resesi gusi, restorasi iatrogenik, trauma ortodontik, dapat menjadi penyebab dentin hipersensitif . Pada umumnya lebih dari 90% area hipersensitif adalah terbukanya dentin di daerah akar gigi, biasanya di permukaan bukal gigi. Maksud penelitian adalah untuk mengukur pengaruh perawatan iontoforesis dengan NaF 2% dan KCl pada dentin hipersensitif. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh efektivitas iontoforesis NaF 2% dan KCl terhadap nilai ambang nyeri dan kadar matrix metalloproteinase (MMP-8). Penelitian eksperimental dilakukan dengan cara mengukur nilai ambang nyeri gigi menggunakan vitalytester dan mengambil cairan gusi (GCF) menggunakan paper point sebelum dan sesudah iontoforesis pada gigi yang mengalami resesi gusi yang diamati selama 2 minggu. Sampel penelitian dibagi dalam beberapa kelompok perlakuan yaitu dilakukan iontoforesis dengan NaF 2%, KCl 2%, KCl 3%, KCl 3,5%, KCl 4%. Rancangan analisis untuk ambang nyeri dan kadar MMP-8 sebelum dan sesudah iontoforesis dengan paired T-test dan analysis of varians. Untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi bahan terhadap nilai ambang nyeri dan MMP-8 yang dipengaruhi oleh waktu digunakan mulivariate of analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan, waktu, nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8 berkaitan. Ion kalium dalam larutan desensitasi lebih efektif dalam mengatasi dentin hipersensitif. Kata kunci: Iontoforesis, Gingival Crevicular Fluid (GCF) Dentin Hipersensitif

Artikel terkait