November 22, 2005

Pengaruh Berbagai Bahan Mulsa terhadap Penekanan Gulma, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum anuum, L)

Dani Riswandi, Ir, Yayan Sumekar, Ir dan Ruminta, Ir.,M.Si. Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: DIKS Tahun: 2005 Abstrak: Percobaan lapangan untuk mengetahui pengaruh berbagai bahan mulsa terhadap penekanan gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (Capsicum anuum L.) telah dilakukan di kebun milik petani di Desa Joglo, Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya pada ketinggian tempat 400 m di atas permukaan laut, dari bulan April 2005 sampai bulan September 2005. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan 9 buah perlakuan, sehingga didapat 27 plot percobaan. Ukuran tiap plot adalah 2,4 x 2 m dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm. Jenis perlakuan yang dicoba adalah berbagai jenis mulsa yang terdiri dari : 1) MP (Mulsa Plastik Perak Hitam), 2) MH (Mulsa Plastik Hitam), 3) MT (Mulsa Plastik Transparan), 4) NL (Mulsa Ampas Nilam), 5) JR (Mulsa Jerami), 6) JG (Mulsa Tanaman Jagung), 7) BG (Bersih dari Gulma), 8) 2X (Tanpa Mulsa + Disiang 2 kali), 9) TS (Tanpa Mulsa + Tanpa Disiang). Uji statistik untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan diuji dengan menggunakan uji F, sedangkan untuk menguji perbedaan nilai rata-rata perlakuan digunakan uji gugus Scott-Knott dengan taraf nyata 5%. Pengamatan terdiri atas pengamatan penunjang dan pengamatan utama. Pengamatan penunjang (data tidak dianalisis secara statistik) terdiri atas analisis vegetasi awal (sebelum tanam) dan satu bulan setelah panen serta serangan hama dan penyakit tanaman. Pengamatan utama dilakukan terhadap a) tinggi tanaman cabai pada umur 2, 4, 6, 8, 10 minggu setelah tanam, b) jumlah buah per-tanaman, c) bobot buah cabai dan d) kehilangan hasil akibat gulma. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kehilangan hasil tanaman cabai hanya terjadi pada perlakuan MT (mulsa plastik transparan) dan TS (tanpa mulsa dan tidak disiangi). Pengendalian gulma dengan menggunakan mulsa plastik perak hitam (MP) ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai paling tinggi. Terjadi perubahan dominasi gulma sebagai akibat penggunaan berbagai jenis bahan mulsa. Dominasi gulma pada perlakuan mulsa plastik perak hitam (MP), mulsa plastik hitam (MH) dan mulsa plastik transparan (MT) berubah dari gulma daun lebar menjadi gulma teki, sedangkan gulma pada perlakuan bersih gulma (BG) dan tanpa mulsa + tanpa disiang (TS) berubah dari gulma daun lebar menjadi gulma rumput Kata kunci: mulsa, kehilangan hasil, dominasi gulma, komposisi gulma

Artikel terkait