November 19, 2019

Pencegahan akses konten negatif melalui internet bagi Remaja Disabilitas Tunanetra di SLB Wyata Guna, Kel. Pasirakaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat

Indonesia merupakan jumlah penduduk penyandang disabilitas netra lebih dari 3,5 juta jiwa. Jumlah yang cukup tinggi ini tidak berbanding seimbang dengan fasilitas yang ramah disabilitas. Dapat dikatakan fasilitas umum di Indonesia masih jauh dari kata ramah disabilitas, terlebih dengan tingkat kesadaran masyarakat umum non-disable terhadap fasilitas untuk penyandang disabilitas masih rendah. Terbukti dengan banyaknya fasilitas ramah disabilitas yang rusak karena ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab, atau tersedianya fasilitas tetapi tidak tergunakan maksimal karena terhalangi oleh masyarakat non-disable yang sedang menggunakan fasilitas tersebut. Berkaitan dengan penyebaran konten negatif yang kian marak di masyarakat, terutama bagi remaja penyandang disabilitas yang sudah mengenal gadget dan internet. Berdasarkan pra- survey yang telah dilaksanakan dengan menyebar angket kuisioner, dapat disimpulkan responden membutuhkan bimbingan dalam menyikapi konten negatif yang tersebar di sosial media terutama hoax, karena hoax merupakan hal yang paling mudah menyebar.

Wyata Guna dapat menampung 250 orang untuk semua jenis pendidikan formal dan nonfomal. Sebagian diantara mereka ada yang tinggal di asrama. Disini, aneka fasilitas dan pelatihan terbilang lengkap. Masyarakat umum pun tak sedikit yang ikut memberikan sumbangsih, dari sumbangan, pemikiran, hingga sumbangan tenaga. Mayoritas disabilitas netra yang menempati BRSPDSN Wyata Guna yang memiliki handphone juga memiliki sosial media whatsapp dan facebook. Handphone yang digunakan secara fisik tidak berbeda dengan handphone yang digunakan oleh orang yang bukan penyandang disabilitas netra, namun terdapat aplikasi tambahan seperti google talkback untuk menyebutkan deskripsi dari apa yang kita sentuh di layar handphone, aplikasi ini sangat berguna untuk pengguna handphone yang memiliki hambatan dalam penglihatan. Seperti halnya pada orang yang bukan penyandang disabilitas, mereka aktif dalam menggunakan sosial media sehingga tidak luput juga dari berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh sosial media seperti menyebarnya konten negatif.

Maka dari itu tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai oleh Dr. Hanny Hafiar, S.Sos, M.Si dibantu oleh dua anggotanya yaitu Centurion C. Priyatna, M. Si., P. hD. dan Dr. Nuryah A. Syarifah, M.Si. Melakukan sosialisasi tentang pencegahan akses konten negatif melalui internet bagi Remaja Disabilitas Tunanetra di BRSPDSN Wyata Guna Kel. Pasirakaliki Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat.

Pelaksanaan program ini dilaksanakan di SLB Wyata Guna, pada hari Senin, tanggal 29 Juli 2019. Subjek dari pelaksanaan program ini adalah siswa dan/atau siswi SMP/SMA di SLB Wyata Guna. Program ini dilaksanakan sebanyak 1 kali dan tersusun atas sosialisasi dan pemberian produk audiobook dalam upaya pencegahan hoaks. Setelah itu dilakukan penyuluhan kepada para siswa BRPDSN mengenai UU ITE yang bertujuan mengajak siswa sadar akan UU ITE dan untuk menumbuhkan perubahan-perubahan dalam diri siswa yang mencakup tingkat pengetahuan, kecakapan, kemampuan, sikap dan motivasi siswa terhadap UU ITE.Setelah melakasanakan program ini diadakan evaluasi pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana target telah tercapai, evaluasi dilaksanakan dengan sistem test atau kuis berhadiah mengenai materi yang telah disampaikan.

Adapun hasil yang diperoleh dari program ini adalah sebagian besar peserta yang hadir mulai memahami pentingnya sikap kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Dan setelah program ini bisa memberikan kesadaran terhadap pencegahan pornomedia dan penyebaran hoaks.

Penulis :Dr. Hanny Hafiar, S.Sos, M.Si, Centurion C. Priyatna, M. Si., P. hD. dan Dr. Nuryah A. Syarifah, M.Si.

Artikel terkait