November 27, 2019

Pemeriksaan Komprehensif, Perawatan Gigi dan Mulut Pada Pasien Autisme

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Prof. Dr. Inne Suherna Sasmita, drg.,Sp.KGA (K) dengan beranggotakan Dr. Sri Susilawati, drg.,M.Kes; Dr. Risti Saptarini Primarti, drg.,Sp.KGA (K); Dr. Elih, drg.,Sp.Ort (K); Dr. Lisda Damayanti, drg.,Sp.Pros; Dr. Agus Susanto, drg.,Sp.Perio melakukan kegiatan pengabdian dan sosialisasi yang terdiri dari pemeriksaan komprehensif, serta perawatan gigi dan mulut pada pasien autisme di tiga lokasi yaitu SLB-C YPLB Jl. Hegar Asih No.1 Cipaganti, Kec. Coblong – Bandung 40131; Yayasan Biruku Indonesia Jl.Senam 1 No.8 Arcamanik-Bandung 40293; dan SLB Aisyiyah Kawalu, Tasikmalaya.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, dimulai tanggal 21 Juli 2019 sampai dengan tanggal 25 Juli 2019. Kegiatan PPM ini merupakan implementasi hasil riset tentang pemeriksaan, perawatan gigi dan mulut pada pasien autisme dengan tujuan untuk menurunkan prevalensi karies dengan pencegahan yang tepat dan efektif pada anak autisme sehingga kualitas hidup anak autisme dapat meningkat; mengedukasi anak autisme di SLB-C YPLB dan Yayasan Biruku Indonesia orang tua siswa dan guru tentang mencegah kelainan pada rongga mulut yang kaitannya dengan pencegahan, perawatan kesehatan gigi mulut; berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat baik untuk diri sendiri maupun lingkungan yang berkelanjutan sejak dini sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya; dan terlibat sebagai bagian dari pelaku gerakan peduli kesehatan masyarakat.

Pasien dengan diagnosis ASD sebelumnya dilaporkan memiliki tingkat karies gigi yang lebih rendah daripada pasien biasa. Serta berisiko lebih tinggi memiliki kelainan pada rongga mulutnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah perilaku yang mengakibatkan sulitnya merawat kebersihan mulut di rumah, diet buruk karbohidrat dan gula. Pasien dengan diagnosis ASD juga berisiko tinggi terhadap beberapa kelainan rongga mulut yang umum tergantung pada tingkat keparahannya.

Tim PPM menggunakan metode penyuluhan dengan alat peraga model rahang dan gigi, power point, menonton video dan permainan didampingi oleh guru guna meningkatkan pemahaman kepada anak autisme.

Tahapan kegiatan:
Tahap pertama pemeriksaan indeks kebersihan gigi mulut anak autisme. Hasil pemeriksaan memperlihatkan indeks plak cukup tinggi yang menunjukkan kondisi kesehatan gigi anak autisme tidak baik.

Tahap kedua anak autisme diajak bermain sambil berdiskusi ringan tentang kebersihan gigi dan mulut, kemudian diminta memperagakan cara menyikat gigi. Beberapa anak sudah terampil memperagakan cara menyikat gigi dan dapat menjawab kapan saja harus menyikat gigi.

Tahap ketiga anak autisme diberi penyuluhan tentang kesehatan gigi mulut didampingi guru. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan alat peraga model gigi, video dan poster. Anak autisme diajak menonton video tentang cara menyikat gigi yang benar. Penyuluhan juga dilakukan dengan melakukan permainan (games).

Tahap keempat anak-anak diberi sikat gigi dan pasta gigi untuk melakukan kegiatan menyikat gigi bersama.

Tahap kelima orang tua murid diberi penyuluhan tentang pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi mulut serta kemajuan anak berkebutuhan khusus. Masyarakat masih kurang edukasi mengenai anak berkebutuhan khusus, maka dari itu diperlukan banyaknya edukasi mengenai anak berkebutuhan khusus agar masyarakat dapat memahami definisi dan macam macam anak berkebutuhan khusus. Kegiatan penyuluhan kepada orang tua bertujuan agar dapat mendukung dengan selalu mengingatkan untuk rajin menyikat gigi dengan cara yang benar minimal 2 kali sehari. Adapun penyuluhan kepada orang tua ini diberikan secara terpisah dengan materi yang sama kemudian orang tua diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi tentang kualitas hidup.

Kemudian untuk tahap keenam atau tahap terakhir dilakukan evaluasi hasil penyuluhan dengan kembali memeriksa OHI anak-anak dan semua anak diminta memperagakan cara menyikat gigi.  

Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa indeks plak gigi mulut pada anak autisme sebelum dilakukan penyuluhan umumnya buruk sampai sedang. Hasil penyuluhan kesehatan gigi mulut kepada anak autisme memberikan hasil yang cukup baik dengan indikator peningkatan nilai indeks plak sebelum dan sesudah penyuluhan memberikan gambaran adanya penurunan indeks plak yang mencerminkan adanya peningkatan kebersihan gigi mulut setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menyimpulkan bahwa penyuluhan yang diberikan cukup efektif. Kegiatan ini juga memberikan dampak yang positif kepada anak autisme dan para orang tua. Hal tersebut dapat membuka wawasan dan pengetahuan mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut anak autisme.

Artikel terkait