November 26, 2001

Pemanfaatan Tubuh Tikus Menjadi Bahan yang Memiliki Arti Ekonomi Tertentu.

Dr. Ir. Wahyu. Daradjat Natawigena, Ir. Efi Liviawaty, MP, Agus Susanto, SP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: DIKS Tahun: 2001 Abstrak: Agar pengendalian tikus dapat dilakukan secara terus menerus (catch a rat a day) maka perlu dicari suatu terobosan dalam cara mengendalikan tikus. Salah satu konsep cara pengendalian tikus yang mempunyai prospek baik adalah dengan jalan menaikan nilai ekonomi tikus. Apabila tikus bernilai ekonomi maka diharapkan banyak orang akan berebut mencari dan menangkap tikus. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Vertebrata Hama Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit , Fakultas Pertanian Unpad. Waktu pelaksanaan penelitian dari bulan April 2001 samapai dengan bulan November 2001. Kegiatan penelitian meliputi tiga kajian pokok yaitu : Pemanfaatan kulit tikus sebagai bahan yang memiliki arti ekonomi; pemanfaatan tubuh tikus sebagai sebagai pakan ikan buatan dalam bentuk pellet, dan pemanfaatan tulang, ekeor dan usus tikus sebagai pupuk. Kulit tikus, daging tikus serta tulang dan usus tikus telah berhasil diolah menjadi bahan yang memiliki arti ekonomis. Kulit tikus dapat dibuat sebagai taplak/alas asbak, ataupun dompet kulit yang menarik. Daging tikus telah berhasil dimanfaakan sebagai sumber protein dalam pembuatan pellet ikan. Tulang dan usus telah berhasil dijadikan pupuk organik. Pemanfaatan tubuh tikus menjadi bahan yang memiliki arti ekonomis tertentu dapat membuka wirausaha baru, mengurangi pengangguran, menambah pendapatan perkapita, menambah pendapatan daerah dan mengurangi pemakaian rodentisida. Kata kunci:

Artikel terkait