November 26, 2009

Pemanfaatan Limbah Pemotongan Hewan (Tepung Bulu Ayam Terolah Dan Tepung Darah) Sebagai Pakan Ayam Broiler Untuk Mensubtitusi Bungkil Kedelai

Dr. Denny Rusmana, SPt., M.Si Dr. Ir. Rachmat Wiradimadja, MS Dr. Ir. Abun, MP Fakultas: PETERNAKAN Sumberdana: STRATEGIS NASIONAL Tahun: 2009 Abstrak: Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama bertujuan untuk mengetahui jenis pengolahan yang terbaik untuk bulu ayam dilihat dari kecernaan bahan kering, bahan organik,dan protein, retensi nitrogen dan nilai energi metabolis. Jenis pengolahan ada 3: (1)Tepung bulu ayam hasil olahan yang di masak dengan tekanan uap 2,5 Kgf/cm2, Temperatur 140 oC selama 50 menit. (2) Tepung bulu ayam hasil olahan yang direndam 0.5% NaOH, dilanjutkan dengan pemasakan tekanan uap 2,5 Kgf/cm2, Temperatur 140 oC selama 50 menit. (3) Tepung bulu ayam hasil olahan yang difermentasi oleh Bacillus licheniformis.s dilanjutkan dengan pemasakan tekanan uap 2,5 Kgf/cm2, Temperatur 140 oC selama 50 menit. Penelitian menunjukkan bahwa pengolahan bulu ayam dengan cara direndam dalam larutan NaOH 0,5% selama 24 jam, dilanjutkan dengan pemasakan dengan tekanan 2,5 kgf/cm2, dengan temperatur 140 oC selama 50 menit menghasilkan tepung bulu ayam olahan terbaik dilihat dari kecernaan, retensi N dan nilai energi metabolis. Penelitian Tahap kedua adalah mensubtitusi bungkil kedelai dengan pakan komplementer yang terdiri dari 25% tepung bulu olahan, 25% tepung darah, 26% dedak padi, dan 24% jagung. Penlelitian menunjukkan bahwa pakan komplementer hanya mampu mensubtitusi 25% bungkil kedelai dilihat pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan, namun konversi ransum menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata ketika bungkil kedelai disubtitusi sampai 75 % oleh pakan komplementer Kata kunci: Bulu ayam terolah, tepung darah, bungkil kedelai, broiler

Artikel terkait