November 26, 2010

Pemanfaatan Limbah Bekas Media Jamur Konsumsi Untuk Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Kentang Yang Ramah Lingkungan

Dr. Noor Istifadah, Ir., M.Sc Sri Hartati, SP., M.Si Diyan Herdiyantoro, SP., M.Si Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: Strategis Nasional Unpad Tahun: 2010 Abstrak: Salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman kentang adalah penyakit bercak kering (Alternaria solani). Cara pengendalian yang umum digunakan adalah penggunakan pestisida. Meningkatnya kepedulian masyarakat akan masalah lingkungan dan residu pestisida telah mendorong pengembangan pengendalian penyakit yang ramah lingkungan, diantaranya adalah penggunaan bahan organik. Limbah bekas media jamur konsumsi merupakan bahan organik yang berpotensi untuk menekan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan media bekas budidaya jamur jamur tiram (Pleurotus sp.), shiitake (Lentinus edodes) dan jamur kuping (Auricularia auriculaceae) serta air rendamannya untuk menekan penyakit bercak kering (Alternaria solani) pada tanaman kentang serta mengkaji mekanisme penghambatan patogen oleh air rendaman medium bekas jamur konsumsi tersebut karena adanya senyawa toksik atau karena adanya mikroorganisme antagonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah bekas media jamur Tiram, Shiitake dan jamur Kuping yang diaplikasikan pada lubang tanam dan air rendamannya disemprotkan pada daun 3 atau 7 hari sekali dapat menekan penyakit bercak coklat (A. solani) pada daun kentang dengan tingkat penekanan sebesar 59-85 %. Kemampuan limbah bekas media jamur Tiram, Shiitake dan jamur Kuping dalam menekan penyakit tanaman lebih disebabkan adanya konsorsium mikrob yang bersifat antagonistik terhadap patogen dan juga karena adanya senyawa yang bersifat toksik terhadap patogen. Kata kunci: kentang, bercak coklat, Alternaria solani, media tanam jamur konsumsi

Artikel terkait