November 27, 2009

Pemanfaatan Bokashi Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Martt.) Solm) dan Belerang untuk Meningkatkan Kualitas Serta Hasil Padi pada Chromic Hapluderts

Dr. Emma Trinurani Sofyan, ST., MP Yulianti Machfud, Ir., MP Oviyanti Mulyani, SP., M.Si Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: HIBAH BERSAING Tahun: 2009 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan bokashi eceng gondok dan pupuk belerang terhadap kandungan sulfur dan beberapa sifat kimia tanah serta serapan sulfur, peningkatan kualitas dan hasil padi pada Fluventic Eutrudepts. Penelitian pada tahun pertama meliputi percobaan yang dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UNPAD Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat 782 m dpl. Percobaan pot rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang diulang tiga kali, faktor pertama dosis pupuk belerang (S) yang terdiri dari: tanpa S; 20; 40; dan 60 kg ha-1 S, faktor ke dua adalah dosis bokashi eceng gondok (B) yang terdiri dari : tanpa bokashi; 10; 20; dan 30 ton ha-1 bokashi. Hasil percobaan Pot, terjadi interaksi antara pupuk S dengan bokashi eceng gondok terhadap S-Total, SO42- -Tersedia, N-Total, C-Organik, P-Tersedia, Zn, Serapan S dan BGKG. sedangkan terhadap Fe dan P tersedia tidak berpengaruh nyata. Secara mandiri pupuk S dan bokashi eceng gondok mempengaruhi ketersedian P tanah. Hasil analisis permukaaan respon diperoleh dosis optimum sebesar 35.55 kg ha-1 S dan 23,26 t ha-1 bokasi eceng gondok untuk menghasilkan BGKG padi sawah sebesar 9.27 t ha-1. Hubungan fungsional antara respon yang diukur dengan BGKG padi sawah doperoleh P-tersedia, serapan S, dan SO42–tersedia yang mempengaruhi BGKG padi sawah dengan R2 = 0.70**. Hal ini menjelaskan bahwa 70 persen BGKG padi sawah pada percobaan ini ditentukan P-tersedia, serapan S, dan SO42- -tersedia, pada Fluventic Eutrudeptss. Kata kunci: Eceng gondok, Bokashi, Belerang dan padi

Artikel terkait