December 14, 2019

Pelatihan Model Pembiayaan dan Digital Marketing bagi Industri Kreatif di Kota Bandung

Saat ini industri kreatif di berbagai negara maju dan berkembang sedang tumbuh. Di Indonesia sendiri, Hasil survey BPS di tahun 2015 menunjukkan industri kreatif tumbuh 4,38 persen. Kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Indonesia mencapai 7,38 persen dari total perekonomian nasional. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 852,24 triliun. Industri ini mampu memberikan lapangan kerja bagi sedikitnya 15,9 juta orang serta berkontribusi terhadap nilai ekspor sebesar US$ 19,4 Miliar.Berdasarkan riset (Bekraf, 2017) ada beragam masalah yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi kreatif, yakni: kualitas-kuantitas SDM, aspek teknologi, akses pasar, kolaborasi stakeholder, dan yang cukup dominan adalah akses permodalan yang minim. Minimnya akses modal dikarenakan karakteristik industri kreatif yang unik dan beresiko ini menyebabkan mayoritas pelaku harus memodali usahanya sendiri, sedikit sekali yang mampu mengakses bank, dan kurang dari 1% dibiayai dari modal ventura. Oleh karena itu, bisnis kreatif ini membutuhkan tipe akses permodalan yang tidak biasa, dimana hal ini tidak memerlukan jaminan, tingkat kepercayaan penuh, serta dapat mentolerir tingkat resiko kegagalan usaha yang tinggi. Umumnya alternatif permodalan untuk startup bisnis kreatif ini didapat dari angel investor, ataupun memanfaatkan dana hibah dari pemerintahan / CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan besar.

Berdasarkan kasus tersebut tim PPM Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan pelatihan mengenai model pembiayaan bagi industri kreatif yang bertujuan untuk pengembangan ilmu administrasi bisnis, khususnya di bidang model pembiayaan untuk industri kreatif.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa pelaku indsutri kreatif di Kota Bandung ini masalah pemasaran dan strategi digital marketing juga menjadi perhatian khusus bagi pelaku industri.Untuk memecahkan masalah itu, maka tim PPM mengadakan program pelatihan model pembiayaan dan digital marketing bagi industri kreatif di Kota Bandung. Dengan demikian di harapkan para pelaku industri kreatif dapat mengetahui dan memanfaatkan model pembiayaan dan digital marketing untuk pengembangan bisnis industri kreatifnya.khalayak sasaran yang dituju untuk program pelatihan ini adalah Perwakilan dari ragam Subsektor Industri Kreatif, Perwakilan dari komunitas,Perwakilan dari masyarakat di Kelurahan setempat.

Pada pelatihan ini, mahasiswa KKNM bahu-membahu dalam menyiapkan poster digital dan sosialisasi pelatihan, menyebarkan undangan kepada calon peserta, menyiapkan tempat pelatihan, menyiapkan pembicara dari kalangan praktisi, serta menyiapkan rangkaian acara beserta konsumsi pelatihannya. Pembicara dari kalangan akademisi adalah Rivani, dan dari kalangan praktisi pada pelatihan ini adalah Husni Akhmad Haikal dimana yang bersangkutan adalah co-founder dari kancil.id. Adapun pelaksanaan pelatihan ini pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 dari jam 13.00 s/d 16.30. Adapun mengenai tempat pelatihan, mengingat mayoritas calon peserta pelatihan yang daftar domisilinya ada di

Jatinangor, maka tempat pelatihan diputuskan dilaksanakan di Jatinangor, yaitu di Gedung C lantai 3, FISIP Universitas Padjadjaran Jatinangor. Pelatihan menggunakan metodologi andragogy atau pelatihan untuk orang dewasa, dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan workshop. Adapun kelanjutan dari program ini adalah menginformasikan kepada peserta pelatihan yang ingin melanjutkan pembinaan bisnis agar masuk ke dalam grup komunitas Oorange – Pusat Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran. Dengan demikian, dukungan pelatihan maupun pendampingan bisnis pada para pelaku industri kreatif ini dapat terselenggara secara berkelanjutan. Setelah dilakukannya program ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan alternatif model pembiayaan yang dapat lebih sesuai dengan karakteristik industri kreatif yang unik ini.

Penulis : Rivani, S.IP.,MM., DBA. , Dr.Muhammad Rizal, SH., MH.,Dr.Rudi Saprudin Darwis, S.Sos., M.Si.

Artikel terkait