November 27, 2001

Mutagenisitas Parakuat Pada Sel Spermatid Tikus Wister In Vivo. Analisis Komparatif Ekologi Burung pada Empat Tipe Habitat

Drs. Cucu Hadiansyah, Dra. Yetty Yusri Gani, MS, Yasmi P. Kuntana, S.Si Fakultas: MIPA Sumberdana: DIKS Tahun: 2001 Abstrak: Penelitian mengenai mutagenisitas parakuat pada sel-sel spermatid tikus Wistar (Rattus norvegicuss) telah dilakukan dengan metode mikronukleus. Parakuat dengan dosis 17; 25,5; dan 34 mg/kg bb, serta NaCI fisiologis sebagai kontrol negatif, dan 40 mg/kg bb siklofosfamida sebagai kontrol positif, masing-masing disuntikkan berulang sebanyak enam kali secara interperitoneal pada tikus jantan. Pengambilan sampael spermatid dilakukan 16 hari kemudian setelah perlakuan pertama dengan cara maserasi sel tubulus seminifus dslam larutan tripsin dan Dnase, sehingga terbentuk suspensi sel germa. Suspensi sel disaring 9mesh no. 325) dan disentrifugasi (100 rpm, 5 menit), lalu bagian pada dibuat preparat apusan dengan pewarnaan Giemsa. Spermatid bermikronukleus (MN-spermatid) dihitung dari 500 spermatid per tikus. Dari hasil pengamatan tampak, mikronukleus pada spermatid berbentuk bulat-lonjong, berwarna biru gelap, berukuran antara 1/5 -1/3 kali diameter inti sel, serta dari penghitungan didapatkan, adanya perbedaan frekuensi MN-spermatid yang nyata (p

Artikel terkait