November 27, 2005

Multiplikasi Tunas Mikro Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg)., Roscoe) Pada Beberapa Konsentrasi Benzyl Amino-Purine (BAP), dan Naphtalene Acetic Acid (NAA)

Murgayanti, SP.,MP., Erni Suminar, SP. dan Denny Sobardini S.,Dra.,MS. Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: DIK Tahun: 2005 Abstrak: Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sejak bulan Juni 2005 sampai dengan November 2005. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah benzyl amino purine (BAP) dengan konsentrasi 0 ppm; 2 ppm; 4 ppm; dan 6 ppm,) dan naphtalene acetic acid (NAA) dengan konsentrasi 0 ppm; 1 ppm; and 2 ppm). Eksplan yang digunakan adalah tunas yang diperoleh dari rimpang induk temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi BAP dan NAA yang tepat untuk multiplikasi tunas temu putih yang terbaik. Variabel yang diamati adalah persentase tumbuh eksplan, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas waktu terbentuk akar, panjang akar, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiplikasi tunas tertinggi pada perlakuan BAP secara mandiri diperoleh pada konsentrasi 6 ppm sedangkan pada perlakuan NAA secara mandiri diperoleh pada konsentrasi 2 ppm. Ini ditunjukkan dari hasil terbaik yang diperoleh pada variabel jumlah tunas dan jumlah daun pada kultur temu putih Kata kunci:

Artikel terkait