October 25, 2009

MODEL PENGEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL DI PEDESAAN

Yuyus Suryana, Imas Soemaryani, Heru Setiawan

(Dikti Depdiknas 2009-Hibah Bersaing)

 

Besarnya angka pengangguran yang hampir mencapai 40% dari total angkatan kerja, mendorong pihak pemerintah untuk menentukan sasaran prioritas dalam mengatasi pengangguran melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai upaya untuk menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengembangan dan implementasi Lembaga Keungan Mirro (LKM) di tingkat pedesaan sebagai alternatif sumber pembiayaan bagi para pelaku UMK di Pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif Komparatif dengan pendekatan (i) studi kepustakaan; (ii) focus group discussion; (iii) dan survey dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Lembaga Keuangan Mikro perlu ditunjang dengan kemampuan mengakses modal dari sumber tertentu yang disediakan oleh pemerintah melalui Bank yang ditunjuk. Selain aspek keuangan, pengembangan usaha mikro dan kecil juga memerlukan aspek lain seperti pembinaan yang berkesinambungan, pendampingan dan bantuan teknis. Sehubungan dengan itu, dalam pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro dan kecil diperlukan komitmen, keterlibatan nyata serta koordinasi yang baik antara seluruh pelaku usaha.

Kata Kunci : Model Pengembangan, Lembaga keuangan Mikro, Sumber Pembiayaan

Artikel terkait