November 27, 2010

Model Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Lokal sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil di Pedesaan

Prof. Dr. H. Yuyus Suryana, SE., M.Si Dr. Imas Soemaryani, SE., MS Heru Setiawan, SE., MM Fakultas: EKONOMI Sumberdana: HIBAH BERSAING Tahun: 2010 Abstrak: Besarnya angka pengangguran yang hampir mencapai 40% dari total angkatan kerja, mendorong pihak pemerintah untuk menentukan sasaran prioritas dalam mengatasi pengangguran melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai upaya untuk menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengembangan dan implementasi Lembaga Keuangan Micro (LKM) di tingkat pedesaan sebagai alternative sumber pembiayaan bagi para pelaku UMK di Pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif Komparatif dengan tiga pendekatan yaitu (i) studi kepustakaan; (ii) focus group discussion; (iii) dan PRA. Hasil peneltian menunjukkan bahwa Model LKM dipedesaan yang paling diprioritaskan adalah model LKM Konvensonal, Prioritas kedua model LKM koperasi dan prioritas ketiga adalah model LKM syariah. LKM selain menyalurkan kredit pada UMK, juga memerlukan aspek lain seperti pembinaan yang berkesinambungan, pendampingan dan bantuan teknis. Sehubungan dengan itu, dalam pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro dan menengah diperlukan komitmen, keterlibatan nyata serta koordinasi yang baik antara seluruh pelaku usaha. Kata kunci: Pengangguran, Usaha Mikro, LKM, Pedesaan

Artikel terkait