February 7, 2010

Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Penghasil Beras Organik (Kasus di Kec Manonjaya Kab Tasikmalaya)

Dr. Hepi Hapsari, Ir., MS Endah Djuwedah, SP., M.Si Eliana Wulandari,SP., MM

Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2010

Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk yang cepat perlu diimbangi dengan kualitas dan kuantitas bahan pangan pokok, setidaknya sama dengan laju pertumbuhan penduduk. Tuntutan ini mendorong munculnya sistem pertanian produktif yang berkelanjutan, dan ramah lingkungan seperti pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumahtangga petani penghasil beras organik, dan untuk mengidentifikasi penguasaan lahan dalam mendukung ketahanan pangan rumahtangga petani. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan teknik survey cross sectional. Populasi penelitian adalah rumahtangga petani penghasil beras organik yang tergabung dalam Kelompok Tani Jembar Karya dan Jembar II Desa Margahayu, Kec. Manonjaya, Kab. Tasikmalaya. Sampel dipilih secara acak dengan ukuran 30 rumahtangga dengan pertimbangan agar nilai-nilai terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (85,2 %) responden tidak tergolong miskin dengan rata-rata pendapatan Rp 462.500,- per kapita per bulan. Rumahtangga tangga responden yang tahan pangan sebesar 85,2 % dan yang tidak tahan pangan 14,8 %. Faktor-faktor determinan yang mempengaruhi ketahanan pangan adalah pendapatan, pengetahuan usahatani organik, produktivitas lahan, penguasaan lahan dan pengolahan limbah. Agar terpenuhi kebutuhan hidup minimal, maka luas penguasaan lahan tiap rumahtangga petani sekitar 9.492 m2 . Agar terpenuhi kecukupan energi, maka luas penguasaan lahan tiap rumahtangga 1.740 m2. Luas penguasaan lahan di tingkat Kec. Manonjaya maupun tingkat Kab. Tasikmalaya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras, dengan asumsi seluruh penduduk hanya mengkonsumsi beras yang dihasilkan wilayah setempat. Kata kunci: ketahanan pangan, beras organik

Artikel terkait