January 30, 2009

Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Resiko Bencana (Studi di Kecamatan Gununghalu dan Rongga Kabupaten Bandung Barat)

Drs. Tjipto Atmoko, SU., Caroline Paskarina,S.IP.,M.Si., Neneng Yani Yuningsih, S.IP. M.Si
Fakultas: PUSLIT KPPW Sumberdana: LITMUD Tahun: 2009

Abstrak: Kabupaten Bandung Barat, dengan luas sekitar 130. 567 hektar, merupakan bagian barat dari bentukan alam Cekungan Bandung yang memiliki luas sekitar 343.087 hektar. Berdasarkan sejarah kebencanaan di seluruh Cekungan Bandung pada umumnya dan Kabupaten Bandung Barat pada khususnya, dapat diidentifikasi potensi kebencanaan yang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yakni: bencana geologi (letusan gunung api, gempa bumi darat, pergerakan tanah, erosi, dan penurunan lahan); bencana hidrometeorologis (banjir dan kekeringan); serta bencana lingkungan (pencemaran air dan udara, sampah yang tidak terkelola, penjarahan hutan, alih fungsi lahan, pertanian tidak konservatif, wabah penyakit, gagal panen, dan kebakaran). Dari ke-15 kecamatan yang termasuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Gununghalu dan Rongga termasuk dalam kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi untuk jenis bencana longsoran, rayapan dan longsoran yang disertai banjir bandang. Mengingat tingkat kerawanan yang relatif tinggi tersebut, maka penelitian difokuskan untuk mengukur kesiapan masyarakat dan aparat kecamatan di kedua kecamatan tersebut dalam menghadapi resiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dioperasionalkan melalui metode survei. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh dari penyebaran angket, juga dilakukan wawancara dan observasi. Daftar pertanyaan dalam bentuk angket disebarkan pada responden aparat pemerintah kecamatan dan masyarakat yang bermukim di Kecamatan Gununghalu dan Rongga. Untuk aparat kecamatan, digunakan teknik sampling secara sensus, sehingga semua aparat di kedua kecamatan tersebut dijadikan responden. Sementara untuk responden dari kalangan masyarakat ditentukan dengan menggunakan teknik sampling acak berstrata secara proporsional (proportional stratified random sampling) dengan memperhatikan perimbangan jumlah penduduk untuk tiap desa per kecamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah Kecamatan Gununghalu memiliki tingkat kesiapan pada posisi hampir siap dengan total skor 55. Sementara untuk Pemerintah Kecamatan Rongga tingkat kesiapan pemerintah berada pada tingkatan Kurang Siap dengan total skor 50. Dari sisi kesiapsiagaam masyarakat, masyarakat di kedua kecamatan tersebut pada umumnya memahami penyebab terjadinya banjir dan longsor; tanda-tanda akan terjadinya banjir dan tanah longsor; masyarakat juga mencoba mengakses sumber informasi tentang banjir dan tanah longsor; melakukan pengungsian/evakuasi menjadi tindakan yang banyak dipilih jika terjadi bencana Kata kunci: kesiapsiagaan masyarakat, resiko bencana

Artikel terkait