February 7, 2005

Keseimbangan Perolehan Manfaat Finansial pada Pola Bagi Hasil, Usaha Ternak Sapi Potong Rakyat, Survey pada Peternakan Sapi Potong Rakyat di Kawasan Hutan Jati

Cecep Firmansyah, SPt., Sondi Kuswaryan, Ir., MS. dan Achmad Firman, SPt.,M.Si. Fakultas: PETERNAKAN Sumberdana: DIK Tahun: 2005 Abstrak: Penelitian survey bertujuan mengungkap informasi keseimbangan perolehan manfaat finansial pada pola bagi hasil usahaternak sapi potong rakyat dan mengetahui skala usahaternak yang memberikan manfaat finansial lebih layak bagi peternak. Penelitian dilakukan di wilayah sekitar hutan jati Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Responden sebanyak 25 orang peternak yang mengusahakan pembibitan sapi potong secara ekstensif, diperoleh dengan menggunakan metode Cluster Random Sampling dan dilajutkan dengan metode simple random sampling. Kesepakatan informal pola bagi hasil mewajibkan investor menyediakan induk sapi potong lokal dan peternak membiayai seluruh pengeluaran usaha. Investor dan peternak masing-masing memperoleh 50 % gross output. Dua tahun terakhir peternak memperoleh bagian 8 ekor ternak yang umurnya bervariasi, dengan harga jual rata-rata Rp 1.894.000. Rata-rata pendapatan bersih peternak sebesar Rp. 13.787.000 dan investor memperoleh Rp. 15.200.000/dua tahun. Pendapatan rata-rata peternak dari pendapatan tenaga kerja keluarga sebesar Rp. 10.895.240 dan rata-rata management and invesment income sebeasar Rp. 2.892.080/peternak. Pola bagi hasil dinilai belum memberikan manfaat finansial yang adil terhadap peternak dan investor. Modal yang dikeluarkan peternak dan investor masing-masing sebesar 68,1 % dan 31 %, sedangkan net farm income yang diperoleh peternak dan investor masing-masing 47,6% dan 52,4%. Parameter ROI peternak 76% lebih kecil dari ROI investor 84% menjadi indikasi untuk pola bagi hasil yang disepakati secara informal dinilai belum memberikan keuntungan finansial yang proporsional terhadap peternak dan investor, dan cenderung merugikan peternak. Titik impas volume produksi 13 ekor, dan titik impas harga Rp. 1,536.300 per ekor ternak yang dijual. Pengukuran skala usahaternak pembibitan sapi potong berdasarkan BEP volume produksi dan calving interval 1,5 tahun, maka skala pemeliharaan induk sapi potong lokal yang memberikan manfaat finansial yang lebih baik adalah lebih dari 19,5 ekor atau setara dengan 20 ekor /peternak Kata kunci: Pola Bagi Hasil, manfaat finansial, skala usahaternak

Artikel terkait