February 18, 2009

Kemampuan Ekstrak Air Bawang Putih, Lengkuas dan Sirih Untuk Menekan Penyakit Antraknosa (colletotrichum sp.) pada Stroberi

Ceppy Nasahi, Ir., M.S., Dr. Noor Istifadah, Ir., M.Sc., Toto Sunarto, Ir., MS. Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2009 Abstrak: Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman stroberi. Cara pengendalian yang sering digunakan adalah penyemprotan dengan pestisida sintetik. Adanya dampak negatif akibat penggunaan pestisida yang berlebihan mendorong dikembangankannya pengendalian yang ramah lingkungan, diantaranya adalah pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji kemampuan ekstrak air bawang putih, rimpang lengkuas, daun sirih serta campurannya dalam menghambat perkecambahan konidia dan pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum spp. serta perkembangan penyakit antraknosa pada stroberi. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan. Untuk menentukan konsentrasi bahan maka dilakukan uji pendahuluan. Pada uji selanjutnya, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 10 perlakuan yang melibatkan ekstrak air bawang putih, lengkuas dan sirih secara tunggal maupun campurannya. Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua ekstrak air bahan yang diuji dapat menghambat 100% perkecambahan konidia Colletotrichum sp. Ekstrak air bawang putih baik secara tunggal maupun campurannya dapat menghambat pertumbuhan koloni Colletotrichum sp. lebih baik daripada ekstrak air rimpang lengkuas dan daun sirih. Pada stolon stroberi, ekstrak air bawang putih 15 % dapat menghambat perkembangan penyakit antraknosa sampai 72,60 %. Pencampuran ekstrak tidak menunjukkan efek sinergisme dalam menghambat perkembangan penyakit antraknosa. Kata kunci: Stroberi, Colletotrichum spp., antraknosa, fungisida nabati,ekstrak air, bawang putih, daun sirih, lengkuas

Artikel terkait