February 18, 2009

Kemampuan Adaptasi Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Asal Setek Yang Diberi FMA dan ZPT Akar Serta Berbagai Frekuensi Penyiraman Di Pembibitan

Cucu Suherman VZ, Ir., M.Sc. Dr. Anne Nuraini, Ir., MS Dr. rer.nat. Suseno Amien, Ir. Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: STRATEGIS NASIONAL Tahun: 2009 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interaksi terbaik antara frekuensi penyiraman, dosis FMA dan konsentrasi Root Up terhadap pertumbuhan bibit, pertumbuhan tanaman dan hasil jarak pagar. Percobaan terdiri atas dua tahap, tahap I pembuatan bibit dari setek dan tahap II melanjutkan hasil percobaan I ditanam di lapangan. Percobaan menggunakan Rancangan Split Split Plot. Petak Utama Frekuensi Penyiraman 1, 2, dan 3 hari sekali, Anak petak Dosis FMA 0, 5, 10, dan 15 g/bibit, dan anak anak petak adalah konsentrasi ZPT akar 25, 50, dan 75 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara frekuensi penyiraman dan dosis FMA terhadap tinggi bibit dan pertumbuhan tanaman. Pengaruh interaksi frekuensi penyiraman dan dosis FMA terhadap tinggi bibit tebaik diperoleh pada dosis FMA 10g/bibit dengan frekuensi penyiraman 3 hari sekali. Secara mandiri pengaruh dosis FMA terbaik terhadap pertumbuhan bibit diperoleh pada taraf dosis 10g/bibit, sedangkan konsentrasi root up terbaik diperoleh pada konsentasi 25mg/ml. Pada Bibit yang diberi dosis FMA 10g/bibit, penyiraman dapat dilakukan tiga hari sekali, sedangkan pada bibit yang tidak diinokulasi FMA (0g/bibit), pertumbuhan bibit masih baik pada penyiraman 1 atau 2 hari sekali Kata kunci: Adaptasi, Jatropha curcas, stek, pengatur pertumbuhan

Artikel terkait