February 18, 2001

Kemajuan Genetik dan Kriteria Seleksi 24 Genotipe Kedelai pada Pertanaman Tumpangsari dengan Jagung.

Ir. Meddy Rachmadi, MS, Dr. Ir. Neni Rostini, MS, Noladhi Wicaksana, SP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: DIKS Tahun: 2001 Abstrak: Percobaan telah dilaksanakan di SPLPP Arjasari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Januari 2001 samapai dengan bulan agustus 2001, dengan tujuan memperoleh informasi kemajuan genetik dari seleksi genotipe-genotipe unggul kedelai pada beberapa lingkungan pertanaman tumpangsari dengan jagung serta mempelajari beberapa karakter kedelai atau parameter cekaman yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tidak langsung genotipe-genotipe kedelai untuk pertanaman tumpangsari dengan jagung. Percobaan lapangan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dengan 22 genotipe potensial kedelai serta kultivar Pangrango dan Wilis sebagai pembanding yang diulang dua kali, masing-masing untuk percobaan pertanaman tunggal kedelai serta pertanaman tumpagsari kedelai – jagung 1:1, 1:2, dan 2:1. Pengamatan dilakukan terhadap delapan karakter daun, enam karakter batang, enam karakter komponen hasil, dan karakter hasil. Data dianalisis dengan analisis varians, analisis gabungan, analisis Least significant Increase, serta analisis kovarians. Pengamatan dilakukan untuk menganalisis penampilan dan hasil relatif, serta menduga varians genetik, heritabiltas, korelasi genetik, kemajuan genetik dari seleksi langsung – tidak langsung, produktivitas rata-rata, toleransi cekaman, indeks toleransi cekaman, dan indeks kepekaan cekaman. Penampilan karakter bobot per baris genotipe-genotipe kedelai pada pertanaman tunggal berbeda dibandingkan dengan pertanaman tumpangsari dengan jagung. Genotipe Unpad II, 13 x 30 A(8)(12)B(2), 13 x 30 B(7)(2)B-T(A)(B), dan 13 x 30 B(6)(18)B(A)(4) berpotensi untuk dikembangkan pada pertanaman tumpangsari dengan jagung. Penampilan karakter bobot biji per baris tidak dipengaruhi oleh interaksi genotipe kedelai x lingkungan pertanaman. Seleksi langsung bobot biji per baris pada pertanaman tumpngsari 1:1 memberikan nilai duga kemajuan genetik 14.96, terbesar dibandingkan nilai duga kemajuan genetik lainnya. Karakter luas daun danluas daun spesifik dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tidak langsung pada pertanaman tumpangsari 1:1. Karakter bobot biji per baris serta paramater cekaman produktivitas rata-rata, toleransi cekaman, indeks toleransi cekaman, dan indeks kepekaan cekaman dapat digunakan sebagai kriteria seleksi langsung karakter bobot biji per baris pada pertanaman tumpangsari 1:1. Kata kunci:

Artikel terkait